Kedatangan Boediono Jangan Ganggu Simbol Negara

Kompas.com - 16/12/2009, 20:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Boediono yang pernah menjadi Gubernur Bank Indonesia, secara prinsip tidak keberatan untuk dipanggil oleh Panitia Khusus Hak Angket DPR untuk Kasus Bank Century pada Selasa (22/12/2009) mendatang.

Boediono menyatakan siap sejak awal memenuhi undangan Pansus Hak Angket DPR tersebut. Namun, secara teknis, kedatangan Boediono harus diatur lebih lanjut mengingat posisi Boediono pada saat ini adalah Wakil Presiden RI. "Jangan sampai kedatangan Boediono mengganggu simbol-simbol negara dan tata krama dan etika kenegaraan," kata Juru Bicara Kepresidenan, yang juga Staf Khusus Bidang Media Massa Wapres Boediono, Yopie Hidayat kepada pers di Istana Wapres, Jakarta, Rabu (16/12/2009).

"Pak Boediono menginginkan sekali datang untuk menjelaskan selengkap-lengkapnya masalah Bank Century kepada Pansus DPR. Sejak dua bulan yang lalu, Pak Boediono menginginkan hal itu agar tidak terpenjara dengan kasus Bank Century," tandasnya.

Namun, menurut Yopie, yang harus dipertimbangkan sekarang adalah secara teknis dan bukan prinsip mengenai tata cara dan tata kramanya agar tidak mengganggu simbol-simbol negara. "Memang, yang dipanggil adalah Boediono yang pernah menjadi Gubernur BI. Akan tetapi, sekarang ini, Pak Boediono dalam kapasitas sebagai Wapres RI yang dipilih rakyat bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono," lanjutnya.

Menurut Yopie, Boediono juga ingin menjaga simbol-simbol negara. "Diundang acara perkawinan saja, Wapres harus ada koordinasi dengan pengundangnya. Seperti, bagaimana mengatur posisi duduk dan lainnya. Apalagi ini acara resmi pemanggilan Pansus DPR," kata Yopie lagi.

Ditanya apakah kedatangan Boediono oleh Pansus Hak Angket Bank Century DPR harus memerlukan izin terlebih dulu dari Presiden Yudhoyono, Yopie menjawab, "Sejauh ini belum ada kebutuhan izin dari Presiden untuk menghadiri acara tersebut."

Tentang kesiapan Boediono menjawab pertanyaan anggota Pansus Hak Angket Bank Century DPR, Yopie mengatakan Boediono sudah mempersiapkan diri. "Tentu, karena itu terkait BI juga, maka BI juga mempersiapkan semua bahan-bahannya sekarang ini. Jadi, persiapannya lebih banyak dari BI," papar Yopie.

Adapun mengenai surat undangan Pansus Hak Angket Kasus Century DPR kepada Boediono, Yopie mengaku hingga Rabu pukul 16.00 WIB, Boediono belum menerimanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau