PPATK Serahkan Hasil Analisis Transaksi Terkait Century

Kompas.com - 17/12/2009, 12:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyerahkan hasil analisis transaksi keuangan yang mencurigakan dari nasabah Bank Century kepada Pansus Hak Angket Pengusutan Kasus Bank Century DPR RI, Kamis (17/12/2009).

Data diserahkan dalam amplop tertutup dan bersifat rahasia berdasarkan Fatwa Mahkamah Agung No 148/KMA/XII/2009 tertanggal 14 Desember 2009. Isi dari hasil analisis yang diserahkan belum terlalu jelas detailnya. Namun, Ketua PPATK Yusuf Husein sempat menjelaskan, ada 64 transaksi yang mencurigakan dari seluruh penyedia jasa keuangan (PJK), seperti yang dilaporkan kepada BPK sebelumnya.

Selain itu, Yunus sempat menjelaskan bahwa hasil analisis itu mencakup data real time gross settlement (RTGS) Sistem Kliring Nasional (SKN) dan tarik tunai, di mana jumlah transaksi RTGS sekitar 2.000 transaksi per bulan dan melibatkan 30 bank.

Dalam hasil analisis, PPATK juga menyertakan rekap transaksi RTGS senilai kumulatif Rp 2 miliar ke atas. Rekap RTGS menunjukkan, ada 3.194 transaksi terkait dana pihak ketiga (DPK) di atas Rp 2 miliar dengan total transaksi Rp 4,2 triliun.

Laporan yang dikemas dalam amplop coklat diterima secara simbolik oleh Wakil Ketua Pansus Yahya Sacawiria. Yahya mengatakan, Pansus akan memperlakukan laporan itu sebagaimana sifatnya yang rahasia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau