Dipojokkan, Miranda Goeltom Meneteskan Air Mata

Kompas.com - 22/12/2009, 03:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Tidak tahan dipojokkan ketika mengikuti pemeriksaan oleh Pansus Angket Bank Century, Senin (21/12/2009) malam, mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda Swaray Goeltom akhirnya menangis sesenggukkan.

Kisah ini bermula ketika anggota pansus dari Fraksi Partai Hanura Akbar Faizal menuduhnya memanfaatkan jabatannya ketika menjadi sponsor acara seni dengan menjual "kursi". Akbar juga mempertanyakan apakah Miranda seorang deputi gubernur senior atau selebritis karena kerap tampil di TV.

Mendengar pernyataan pembuka ini, Miranda buru-buru minta waktu berbicara pada pimpinan sidang Gayus Lumbuun. Dengan kalimat terbata-bata, Miranda mengatakan, "Mengapa orang yang hanya menggeluti seni, sementara sudah bekerja dari pagi sampai malam dipermasalahkan?"

"Saya mencintai seni. Saya sungguh sedih," tambah Miranda dengan sesenggukan. Tak pelak, hal ini mengundang interupsi dari sesama anggota Pansus. "Mohon agar tidak ada hates di sini. Jangan sampai kodok pun tertawa melihat kerja kita," ujar anggota pansus dari Fraksi Partai Demokrat Ruhut Sitompul.

Usai mengikuti pemeriksaan, Miranda membantah dirinya seperti dihakimi. "Tapi aku terusik. Aku senang seni. Makanya aku sedih," ujar Miranda dengan nada setengah manja kepada para wartawan. Setelah melayani berondongan pertanyaan lainnya, Miranda pun pamit.

"Musik, musik, musik," pekik Miranda dengan tangan mengepal dan meninju angkasa.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau