Kido/Hendra Mundur? Gawat!

Kompas.com - 23/12/2009, 00:03 WIB

JAKARTA, Kompas.com - Pasangan juara Olimpiade Markis Kido/Hendra Setiawan masih menunggu tanggapan PB PBSI atas surat pengunduran diri yang mereka ajukan menjelang keberangkatan ke SEA Games XXV Laos. Mereka mengaku ingin kembali ke klub.

"Kontrak kami berakhir Desember ini dan kami memutuskan keluar dari Pelatnas karena ingin kembali berlatih di Klub Jaya Raya. Mau belajar mandiri," ujar Kido saat dihubungi di Jakarta, Selasa (22/12/09).

Selain alasan ingin bermain secara profesional, Kido yang menyerahkan surat pengunduran dirinya sebelum berangkat ke Laos itu mengatakan masalah kesehatan menjadi pertimbangan utamanya.

"Latihan di Pelatnas berat, saya sudah tidak bisa mengikuti program latihan di Pelatnas karena sudah tidak berani full lagi," kata pebulu tangkis yang Agustus lalu tidak bisa mengikuti Kejuaraan Dunia karena gangguan kesehatan.

Juara dunia 2007 itu pingsan saat menjalani latihan fisik rutin akhir Juli lalu, dan harus menjalani perawatan di rumah sakit. Sejak itu, Kido yang diketahui menderita hipertensi (tekanan darah tinggi) itu selalu dikontrol tekanan darahnya setiap menjalani latihan.

"Sewaktu kami (Kido/Hendra) mengikuti Jepang Terbuka saja tidak ada yang berani mengambil risiko. Saya harus membuat surat pernyataan akan menanggung akibatnya, untungnya juara," papar Kido.

Karena masalah kesehatannya pula, Kido mengatakan, pelatihnya Sigit Pamungkas pun tidak bisa berani lagi menggenjot dia dalam latihan.

Sementara itu Hendra yang menjadi pasangan Kido sejak mereka masih junior, mengatakan alasan pengunduran dirinya adalah ingin tetap bersama Kido.

"Kan dari dulu sudah sama Kido, lagian mencari partner lagi susah mencari yang cocok," kata Hendra yang berpasangan dengan Kido sejak 1999.

Hendra mengatakan tidak khawatir kariernya akan menurun karena keluar dari Pelatnas. Menurutnya, belum tentu juga karier mereka redup, karena apapun bisa terjadi.

Meski menyatakan mundur dari Pelatnas, pasangan tersebut memastikan masih bersedia jika sewaktu-waktu dipanggil untuk membela Indonesia di ajang internasional. "Kalau dibutuhkan kami siap," kata Kido.

Sementara itu Ketua Bidang pembinaan Prestasi PB PBSI Lius Pengoh mengatakan, hingga saat ini PBSI belum memberi tanggapan terhadap surat pengunduran diri tersebut.

Hal senada juga disampaikan Sekjen PB PBSI Yacob Rusdianto yang menyebutkan masalah pengunduran diri pasangan yang masuk pelatnas pada 2001 dan 2002 itu belum dibahas.

Jika akhirnya Kido/Hendra benar-benar mundur, maka kekuatan bulu tangkis Pelatnas pasti semakin keropos. Pasalnya, peraih medali emas SEA Games Laos ini masih menjadi yang terkuat di Tanah Air, bahkan dunia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau