WASHINGTON, KOMPAS.com — Perusahaan pertahanan AS, Raytheon, Rabu waktu setempat mengatakan bahwa pihaknya mendapat kontrak senilai 1,1 miliar dollar AS untuk menyediakan sistem rudal Patriot baru bagi Taiwan. Kontrak itu telah dalam perencanaan sejak 2008 ketika Pentagon memberi tahu Kongres bahwa mereka membolehkan Taiwan untuk membeli rudal pencegat yang mutakhir dan lebih baru serta peralatan pertahanan lainnya.
Penjualan perlengkapan militer itu telah memancing keberatan dari China, yang menganggap Taiwan sebagai provinsi yang memisahkan diri dari mereka. Raytheon, yang bermarkas di Massachusetts, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima pemberitahuan mengenai persetujuan kontrak untuk perangkat keras sistem dengan sasaran di darat senilai 965,6 juta dollar AS dan kontrak suku cadang senilai 134,4 juta dollar AS.
Seorang pejabat Raytheon menjelaskan, kontrak itu akan mencakup peluncur rudal terdepan baru dan peralatan lainnya. Namun, rudal tadi akan menjadi bagian dari kontrak yang terpisah. Raytheon dalam beberapa tahun belakangan ini telah menerima kontrak untuk meng-upgrade sistem rudal Patriot yang ada, yang dirancang untuk mencegat rudal balistik.
"Sistem Patriot adalah elemen penting untuk memberikan kemampuan pertahanan rudal dan udara yang terintegrasi secara unggul untuk perlindungan Taiwan," kata Daniel Smith, Direktur Raytheon Integrated Defence Systems. "Raytheon telah memberi teknologi terdepan, inovasi, dan dukungan di Taiwan selama lebih dari 40 tahun, dan kami merasa terhormat untuk meneruskan kemitraan itu sekarang ini dan pada masa depan."
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang