Dua Hari Pascainsiden Natal, Kondisi Paus Prima

Kompas.com - 27/12/2009, 00:07 WIB

VATIKAN, KOMPAS.com - Dua hari pascainsiden Malam Natal, kondisi Paus Benedictus XVI dalam keadaam prima. Hal ini terlihat ketika Paus berbicara kepada para umat di Basilika Santo Petrus, Sabtu (26/12), dalam rangka memeringati hari Santo Stephen.

Paus menyampaikan kondisi umat Kristiani yang teraniaya. Pemimpin Gereja Katolik itu sama sekali tidak menyebut insiden tersebut dalam pesannya. Dalam kesempatan tersebut, Paus meminta para umat untuk mengingat mereka yang "Menjalani cobaan dan menderita karena iman mereka."

Seperti diberitakan, seorang wanita, Susanna Maiolo (25 tahun), warga negara Italia dan Swiss, mengejutkan dunia dan pihak keamanan Vatikan ketika ia tiba-tiba melompati barikade pengamanan di dalam Basilika, melompat ke arah Paus, menarik jubahnya dan membuatnya jatuh ke lantai. Paus dilaporkan tidak terluka akibat insiden tersebut.

Sebaliknya, seorang kardinal, Roger Etchegaray (87), yang berada di dekat Paus, menderita cedera tulang dan segera dilarikan ke rumah sakit. Juru Bicara Vatikan, Federico Lombardi, mengatakan, kardinal akan menjalani operasi pada hari Minggu.

"Pengunjung mengatakan, kardinal dalam keadaan damai. Beliau juga berdoa untuk Paus, dan menunggu waktu operasi dengan optimistis," ujar Lombardi.

Terkait kondisi Maiolo, Lombardi mengatakan, saat ini wanita tersebut tengah mendapatkan perawatan di klinik dan masih berada dalam wilayah yuridis Vatikan. Dalam beberapa hari mendatang, Vatikan akan memutuskan apakah mereka akan melakukan tuntutan berdasarkan laporan dari pihak dokter dan kepolisian Vatikan.

Insiden ini menimbulkan pertanyaan mengenai keamanan bagi Paus, terutama setelah beberapa pejabat Vatikan mengatakan, Maiolo juga pernah melakukan hal serupa pada misa malam Natal tahun 2008. Vatikan sendiri mengatakan, pihaknya akan mengkaji ulang prosedur keamanannya. (AP)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau