VATIKAN, KOMPAS.com - Dua hari pascainsiden Malam Natal, kondisi Paus Benedictus XVI dalam keadaam prima. Hal ini terlihat ketika Paus berbicara kepada para umat di Basilika Santo Petrus, Sabtu (26/12), dalam rangka memeringati hari Santo Stephen.
Paus menyampaikan kondisi umat Kristiani yang teraniaya. Pemimpin Gereja Katolik itu sama sekali tidak menyebut insiden tersebut dalam pesannya. Dalam kesempatan tersebut, Paus meminta para umat untuk mengingat mereka yang "Menjalani cobaan dan menderita karena iman mereka."
Seperti diberitakan, seorang wanita, Susanna Maiolo (25 tahun), warga negara Italia dan Swiss, mengejutkan dunia dan pihak keamanan Vatikan ketika ia tiba-tiba melompati barikade pengamanan di dalam Basilika, melompat ke arah Paus, menarik jubahnya dan membuatnya jatuh ke lantai. Paus dilaporkan tidak terluka akibat insiden tersebut.
Sebaliknya, seorang kardinal, Roger Etchegaray (87), yang berada di dekat Paus, menderita cedera tulang dan segera dilarikan ke rumah sakit. Juru Bicara Vatikan, Federico Lombardi, mengatakan, kardinal akan menjalani operasi pada hari Minggu.
"Pengunjung mengatakan, kardinal dalam keadaan damai. Beliau juga berdoa untuk Paus, dan menunggu waktu operasi dengan optimistis," ujar Lombardi.
Terkait kondisi Maiolo, Lombardi mengatakan, saat ini wanita tersebut tengah mendapatkan perawatan di klinik dan masih berada dalam wilayah yuridis Vatikan. Dalam beberapa hari mendatang, Vatikan akan memutuskan apakah mereka akan melakukan tuntutan berdasarkan laporan dari pihak dokter dan kepolisian Vatikan.
Insiden ini menimbulkan pertanyaan mengenai keamanan bagi Paus, terutama setelah beberapa pejabat Vatikan mengatakan, Maiolo juga pernah melakukan hal serupa pada misa malam Natal tahun 2008. Vatikan sendiri mengatakan, pihaknya akan mengkaji ulang prosedur keamanannya. (AP)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang