Pelaku Peledakan Pesawat AS Anak Bankir Nigeria?

Kompas.com - 27/12/2009, 02:17 WIB

LAGOS, KOMPAS.com - Seorang bankir kenamaan asal Nigeria, Alhaji Umaru Mutallab, mengatakan, besar kemungkinan pelaku usaha peledakan terhadap pesawat Amerika Serikat Northwest Airlines 253, Umar Farouk Abdul Mutallab, adalah putranya.

Bankir tersebut, seperti dilaporkan Associated Press, telah menemui pejabat keamanan negara tersebut dan berjanji akan membantu bekerja sama. Alhaji Mutallab mengatakan, dirinya bertolak dari rumahnya di bagian Utara Nigeria, yang didominasi warga Muslim, menuju Abuja. Dikatakan, Alhaji Mutallab, anaknya, tengah menempuh pendidikan di London, Inggris.

Beberapa saat lalu, lanjutnya, anaknya pergi meninggalkan London untuk berwisata, namun Alhaji Mutallab tidak mengetahui kota tujuannya. "Saya yakin dia mungkin sempat berada di Yaman, namun kita akan menyelidiki untuk memastikannya," ujarnya.

Seperti diberitakan, Mutallab berusaha meledakkan pesawat yang baru mendarat di Detroit, AS, Jumat (25/12/2009). Namun, perangkat peledaknya gagal bekerja. Sementara itu, pihak AS mengatakan, tersangka yang mengaku berafiliasi dengan jaringan Al Qaeda tersebut sudah berada dalam daftar nama orang-orang yang dicurigai terkait organisasi terorisme.

Daftar tersebut terus diperbarui oleh Pusat Konterterorisme Nasional AS. Setidaknya terdapat 550.000 nama dalam daftar tersebut. Seorang anggota Kongres AS dari New York, Peter King, mengatakan, nama Mutallab berada dalam daftar Terrorist Identities Datamart Environment. Namun, orang-orang yang berada dalam daftar tersebut tidak dilarang bepergian dengan menggunakan pesawat udara.  (AP)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau