LAGOS, KOMPAS.com - Seorang bankir kenamaan asal Nigeria, Alhaji Umaru Mutallab, mengatakan, besar kemungkinan pelaku usaha peledakan terhadap pesawat Amerika Serikat Northwest Airlines 253, Umar Farouk Abdul Mutallab, adalah putranya.
Bankir tersebut, seperti dilaporkan Associated Press, telah menemui pejabat keamanan negara tersebut dan berjanji akan membantu bekerja sama. Alhaji Mutallab mengatakan, dirinya bertolak dari rumahnya di bagian Utara Nigeria, yang didominasi warga Muslim, menuju Abuja. Dikatakan, Alhaji Mutallab, anaknya, tengah menempuh pendidikan di London, Inggris.
Beberapa saat lalu, lanjutnya, anaknya pergi meninggalkan London untuk berwisata, namun Alhaji Mutallab tidak mengetahui kota tujuannya. "Saya yakin dia mungkin sempat berada di Yaman, namun kita akan menyelidiki untuk memastikannya," ujarnya.
Seperti diberitakan, Mutallab berusaha meledakkan pesawat yang baru mendarat di Detroit, AS, Jumat (25/12/2009). Namun, perangkat peledaknya gagal bekerja. Sementara itu, pihak AS mengatakan, tersangka yang mengaku berafiliasi dengan jaringan Al Qaeda tersebut sudah berada dalam daftar nama orang-orang yang dicurigai terkait organisasi terorisme.
Daftar tersebut terus diperbarui oleh Pusat Konterterorisme Nasional AS. Setidaknya terdapat 550.000 nama dalam daftar tersebut. Seorang anggota Kongres AS dari New York, Peter King, mengatakan, nama Mutallab berada dalam daftar Terrorist Identities Datamart Environment. Namun, orang-orang yang berada dalam daftar tersebut tidak dilarang bepergian dengan menggunakan pesawat udara. (AP)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang