Presiden Venezuela "Ancam" Toyota

Kompas.com - 28/12/2009, 08:32 WIB

VENEZUELA, KOMPAS.com — Presiden Venezuela Hugo Chaves dilaporkan mengancam produsen otomotif terbesar di Jepang, Toyota, untuk angkat kaki dari negaranya. Pasalnya, pabrikan dianggap tak mematuhi undang-undang yang ditetapkan pemerintah.

Pemerintah Venzuela mewajibkan semua industri di Venezuela untuk melakukan alih teknologi ke industri lokal. Nah, orang nomor satu di Venezuela tersebut mendesak agar Toyota mau melakukan transfer teknologinya, termasuk metode manufaktur otomotif.

Chaves menyatakan, pemerintah sosialis di negaranya akan menerapkan kuota ketat terkait jumlah dan jenis kendaraan yang bisa diproduksi pabrik otomotif di Venezuela. Dia juga memerintahkan agar segera dilakukan inspeksi fasilitas untuk menentukan jumlah kendaraan Toyota yang boleh diproduksi. Demikian dikutip Leftlinenews, jelang Natal.

"Mereka harus memenuhi kuota. Kalau diabaikan, mereka bisa angkat kaki dari sini. Kami bisa membawa produsen mobil lain," ungkap Chaves.

Ia menambahkan, jika dalam inspeksi pemerintah ditemukan aktivitas produksi yang tak sesuai ketentuan yang berlaku atau tak cukup teknologi, maka Toyota akan menerima sanksi tegas. Salah satunya, pemerintah akan mengambil alih fasilitas perakitan mobil.

"Kami akan mengambilnya dari mereka, dan membayarnya (ke Toyota) sesuai dengan harganya. Selanjutnya, kami memanggil produsen asal China," ucap Chaves.

Mengutip Wall Street Journal, Chaves telah melakukan perubahan status lusinan perusahaan asing ke BUMN milik pemerintah. Langkah tersebut dilakukan sebagai salah satu realisasi dari paham sosialisme abad ke-21 yang coba ia raih.

Saat ini, Toyota memiliki pabrik perakitan mobil yang sudah berusia hingga 50 tahun di Venezuela. Pabrik ini mempekerjakan 2.000 tenaga kerja.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau