Kinerja

PT Timah Optimistis Jadi Pemasok Terbesar

Kompas.com - 02/01/2010, 03:59 WIB

Kompas, Bangka - PT Timah Tbk diharapkan tetap mampu menjadi perusahaan pemasok timah terbesar di dunia. Hal itu akan dicapai, antara lain, dengan meningkatkan kinerja perusahaan, terutama melakukan efisiensi.

Optimisme itu disampaikan Direktur Utama PT Timah Tbk Wachid Usman.

”Saya optimistis kejayaan PT Timah akan kembali seperti pada 2007 di mana perusahaan mampu mencapai pendapatan Rp 9,542 triliun dengan laba bersih Rp 1,784 triliun,” katanya di Sungailiat, Bangka, Jumat (1/1).

Pada tahun 2008, pendapatan PT Timah menurun dibanding 2007. Pendapatan 2008 hanya Rp 9,053 triliun dengan hasil bersih Rp 1,342 triliun, padahal pada 2007 pendapatan PT Timah Rp 9,542 triliun dengan laba bersih Rp 1,784 triliun.

Harga turun

Wachid mengakui, pendapatan perseroan tahun 2009 menurun kembali.

”Ini jika dilihat dari harga timah di pasar dunia yang hanya 13.000 dollar AS per ton, sebelumnya mencapai 18.000 dollar AS per ton,” katanya tanpa menyebutkan pendapatan perusahaan karena masih menunggu hasil rapat umum pemegang saham.

Menurut dia, pendapatan perusahaan atau laba bersih perusahaan akan diumumkan setelah RUPS yang waktunya belum ditentukan. Adapun volume produksi hanya sekitar 46.000 ton dengan penjualan sekitar 90.000 ton karena pihaknya masih menyimpan cadangan timah yang belum dijual.

Wachid mengakui, dengan terus menurunnya harga timah di pasar dunia, pihaknya sempat gamang memimpin perusahaan pemasok timah terbesar di dunia itu. Diakuinya, setiap dekade kondisi ini terus terjadi.

”Kondisi harga timah yang terus menurun ini yang menyebabkan saya gamang memimpin perusahaan BUMN yang sudah go public ini,” katanya.

Meskipun demikian, pihaknya tetap optimistis dengan melakukan berbagai upaya guna memulihkan kembali kejayaan PT Timah dengan berbagai strategi, yakni meningkatkan efisiensi.

Efisiensi yang dilakukan adalah menempuh blok sistem di wilayah pertambangan darat. Blok sistem adalah suatu area yang luasnya 20-50 hektar yang dikelilingi oleh bandar atau parit, cara ini untuk mengetahui kejelasan lokasi pertambangan.

”Parit yang dibuat di sekitar wilayah pertambangan selain untuk mengetahui kejelasan wilayah penambangan juga berfungsi sebagai pengamanan serta mencegah dampak lingkungan,” katanya. (antara)

 

 

 

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau