Satgas Pemberantasan Mafia Hukum Cuma Pencitraan SBY

Kompas.com - 04/01/2010, 16:36 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum yang baru dibentuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dinilai Sekretaris Jenderal Transparansi Internasional Indonesia (TII) Teten Masduki hanya parade tokoh yang mendukung pencitraan untuk Presiden Yudhoyono.

"Makanya, saya tidak mau. Banyak cara untuk berjuang melawan korupsi dan mafia hukum. Satgas seperti parade tokoh yang mendukung pencitraan dan populis untuk Presiden," tandas Teten saat ditanya Kompas di Jakarta, Senin (4/1/2010) siang.

Sebelumnya, Teten dimintai tanggapan atas terbentuknya Satgas Pemberantasan Mafia Hukum yang dipimpin Ketua Unit Kerja Presiden untuk Program Pengendalian Pembangunan (UKP4) baru-baru ini.

Menurut Teten, Satgas Pemberantasan Mafia Hukum hanya bersifat koordinatif dan tidak bisa langsung memberikan tindakan seperti pemecatan terhadap pejabat atau pegawai penegak hukum yang terlibat mafia hukum.

"Karena kewenangan mencopot pejabat atau pegawai yang terlibat mafia hukum melekat pada Presiden. Jadi, saya khawatir Satgas Pemberantasan Mafia Hukum tidak mendapat dukungan dari Presiden untuk melakukan pencopotan dan memproses hukum pejabat atau pegawai yang terlibat mafia hukum," jelas Teten.

Dikatakan Teten, kekhawatiran dirinya karena terbukti salah satu rekomendasi Tim Delapan yang Memverifikasi Fakta dan Hukum Kasus Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mencopot dan memproses hukum pejabat hingga kini tidak seluruhnya berjalan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau