Karzai Pecat Wali Kota Kabul

Kompas.com - 04/01/2010, 18:12 WIB

KABUL, KOMPAS.com — Presiden Afghanistan Hamid Karzai, Senin (4/1/2010), memecat Wali Kota Kabul, yang dihukum penjara atas tuduhan korupsi bulan lalu.

Mir Abdul Ahad Sahebi dihukum empat tahun penjara atas tuduhan terlibat korupsi. Ia dibebaskan dengan uang jaminan dan menunggu keputusan bandingnya untuk kemudian bekerja kembali.

Karzai sebelumnya membela Sahebi. Ia menyebutnya "seorang yang bersih", tetapi memerintahkan pengusutan atas tuduhan terhadapnya. "Mantan Wali Kota Sahebi  telah dipecat," kata seorang Juru Bicara kepresidenan Slamak Herawi kepada AFP.

"Presiden mengangkat seorang wali kota baru untuk Kabul. Wali kota baru itu adalah Mohammad Younus Nawhandish, seorang insinyur sipil," kata juru bicara itu.

Herawi mengatakan, pemecatan Sahebi tidak ada kaitannya dengan hukuman. "Tidak, itu tidak kaitannya dengan kasus pengadilan itu, Presiden hanya menginginkan orang baru dan mampu menjalankan tugas itu," katanya.

Hukuman terhadap Sahebi itu adalah hukuman tindak pidana korupsi pertama bagi seorang pejabat tinggi sejak Karzai mendapat tekanan baru Barat untuk memberantas korupsi setelah menang dalam pemilihan presiden untuk masa bakti kedua tahun lalu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau