TUBAN, KOMPAS.com - Angin puting beliung yang menerjang enam desa di Kecamatan Soko dan dua desa di Kecamatan Kenduruan Kabupaten Tuban bukan hanya merusak rumah, tanaman, pohon dan antena televisi. Atap bangunan kelas IV SD Negeri Mentoro 1 juga berhamburan sehinga kegiatan belajar mengajar dilaksanakan di ruang kelas II.
Kepala SD Negeri 1 Mentoro Sutadji memindahkan kegiatan belajar mengajar kelas IV untuk sementara waktu sampai ruang kelas selesai diperbaiki. Di Kecamatan Soko angin puting beliung menerjang Desa Mojo, Mentoro, Pandan Agung, Prambon Tergayang, Tluwih, dan Bangunrejo.
Puluhan rumah gentingnya berhamburan, tanaman pisang dan jagung roboh. Gudang tempat pengeringan tembakau dan dua kandang ayam roboh. Pohon tua di makam Desa Mentoro tumbang menimpa tiang listrik hingga roboh.
Menurut warga Mentoro, Abdul Manan angin puting menerjang Selasa (5/1/2010) sore. Angin warna hitam bergulung-gulung, meliuk-liuk dari arah timur. Angin kencang itu menerjang bersamaan hujan gerimis. Sementara di Kecamatan Kenduruan, di Dusun Krajan Desa Tawaran tiga rumah rusak sedang dan empat rumah ambruk.
Sejumlah warga mengalami luka lecet seperti Supiah (35) lecet di tangan, Jaenal (13) lecet di punggung Rumah rusak berat milik Masngud (50) tertimpa pohon kelapa, rumah Sini (60) ambruk. Rumah Sukri (40), Sukisno (40), Uri (50) rusak berat. Rumah Mulyo (50) tertimpa pohon sukun, sedang kandang sapi Ramin ambruk.
Kepala Badan Koordinasi Wilayah Pembangunan Bojonegoro Setiadjit telah menurunkan stafnya untuk mendata kerugian akibat angin puting beliung dan untuk menentukan tindak lanjut. Sementara baru dua warga yang menerima santunan di Desa Mentoro yakni Abdul Manan Rp 500.000 dan Masmu'in Rp 350.000.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang