ISLAMABAD, KOMPAS.com - Pemerintah Pakistan memperingatkan para senator AS bahwa serangan yang mereka lakukan terhadap militan di wilayahnya telah merongrong adanya konsesus nasional dalam upaya perang melawan militansi.
Presiden Asif Ali Zardari memberikan peringatan itu kepada delegasi AS yang dipimpin mantan kandidat presiden AS dan Senator Republik, John McCain sehari setelah serangan rudal AS menewaskan sedikitnya 13 militan di perbatasan Afganistan.
McCain pada hari Kamis mengatakan, bahwa penggunaan pendekatan seperti serangan terhadap tersangka militan Islam di Pakistan adalah bagian efektif dari strategi AS dan itu harus terus dilakukan. Pernyataan itu oleh Zardari dianggap telah meruntuhkan konsensus nasional dalam upaya melawan militan.
"Presiden menggarisbawahi perlunya kemitraan strategis jangka panjang antara Pakistan dan Amerika Serikat harus didasarkan pada kepentingan bersama, menghormati dan saling percaya," kata Zardari dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan.
Pakistan menduga, AS tengah menargetkan Waziristan Utara, sebuah benteng Al Qaeda, Taliban dan jaringan Haqqani, di mana para militan kerap melancarkan serangan. Karena itu, Zardari mendesak delegasi Amerika untuk membujuk para pembuat kebijakan AS agar memberikan teknologi ke Pakistan sehingga dapat menyelesaikan masalahnya sendiri, ketimbang pasukan asing harus masuk sehingga menimbulkan pelanggaran kedaulatan.
Zadari menambahkan, biaya perang yang begitu besar dalam delapan tahun terakhir hampir membuat lumpuh perekonomian Pakistan. Washington telah menempatkan Pakistan sebagai jantung utama untuk menggempur Taliban dan memberi tekanan agar mereka tuntas mengatasi kelompok itu.
Di sisi lain, serangan AS di wilayah Pakistan telah menimbulkan sentimen anti-Amerika. Warga setempat mengutuk aksi-aksi kekerasan yang dilakukan kelompok militan, termasuk serangan-serangan dari luar yang mereka, wujudkan termasuk lewat aksi pemogokan yang belakangan terjadi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang