Ada Satgas, Mafia Tiarap?

Kompas.com - 08/01/2010, 17:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum akan membentuk tim asistensi yang bertugas mendampingi Satgas dalam menjalankan tugas. Satgas tidak dapat bekerja sendiri sehingga perlu didampingi tim yang beranggotakan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), kejaksaan dan kepolisian.

Hal itu diungkap salah satu anggota Satgas, Darmono, di Kejaksaan Agung, Jumat (8/1/2010). Satgas dibentuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menemukan dan mengikis kasus-kasus hukum yang diwarnai berbagai praktik mafia.

"Tim asistensi baru disusun. Jumlahnya akan disesuaikan dengan kebutuhan. Tim asistensi akan bertugas terkait dengan keahlian tertentu dan bersifat teknis. Keberadaannya penting karena Satgas mempunyai keterbatasan wewenang dalam hal penindakan," jelas Darmono.

Satgas, kata dia, telah sepakati definisi mafia hukum yaitu semua tindakan oleh perorangan atau kelompok yang terencana untuk kepentingan tertentu, mempengaruhi penegak hukum dan pejabat publik yang menyimpang dari ketentuan hukum yang ada.

"Jadi tidak hanya soal hukum tapi semua soal pelayanan publik yang menyimpang kami pantau. Prioritas kerja satgas menidaklanjuti laporan-laporan yang paling menyentuh rasa keadilan masyarakat," tambah dia.

Pihaknya, ungkap Darmono, telah menerima berbagai laporan dari masyarakat tentang praktik mafia hukum diberbagai tempat. Semua laporan itu sedang diolah dan akan ditindaklanjuti oleh Satgas.

"Kami dapat info dengan adanya Satgas para mafia hukum pada tiarap. Kami rencananya akan membuat pemetaan tentang kegiatan mafia hukum. Lembaga mana saja yang rawan dan wilayah hukum yang biasa menjadi sasaran mafia hukum," kata Darmono.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau