Singo Edan Tundukkan Laskar Ken Arok

Kompas.com - 11/01/2010, 02:20 WIB

MALANG, KOMPAS.com - Arema Malang (Singo Edan) berhasil menundukkan Persema Malang dalam lanjutan Liga Super Indonesia 2009/2010, Minggu (10/1) di Stadion Kanjuruhan Malang. Arema menang 3-1 atas rival sekotanya tersebut.

Derbi Malang berlangsung panas sejak wasit Jimmy Napitupulu meniup peluit dimulainya pertandingan. Baru empat menit berselang, pemain sayap Persema, M.Kamri, harus mendapat perawatan tim medis karena dilanggar pemain t engah Arema, Tommy Pranata. Berikutnya, beberapa pemain kedua kesebelasan pun silih berganti jatuh bangun demi memertahankan si kulit bundar.

Gebrakan pertama ditunjukkan tim tamu Laskar Ken Arok di menit ke-16. Striker Persema Jairon Felichiano dengan cepat menjebol gawang Singo Edan memanfaatkan miskomunikasi pemain belakang Arema, Piere Njanka dan Purwaka Yudi. Sontak 40.000-an Aremania yang memadati stadion langsung mematung menyaksikan 'pukulan' tersebut.

Kebobolan terlebih dahulu, pemain Arema semakin gencar melakukan determinasi ke pertahanan lawan yang dijaga kiper I Komang Putra. Menit ke-20, umpan matang gelandang M.Ridhuan disambut heading Ahmad Bustomi ke arah tengah lapangan dari pojok kiri gawang l awan, mampu diselesaikan dengan salto oleh striker Noh Alamshah menjadi sebuah gol. Arema berhasil menyamakan kedudukan 1-1.

Kemasukan dengan satu gol cantik, membuat para pemain Persema mula kehilangan kepercayaan diri. Mereka yang sejak awal terlihat lebih menguasai bola, mulai sering kecolongan. Di sisi lain, para pemain Singo Edan semakin bersemangat mengolah bola.

Hasilnya, di menit 32, Singo Edan kembali berhasil menerobos pertahanan lawan. Striker Arema, M. Fakhrudin usai berhasil mengecoh pemain belakang Persema, Suroso dan Jaenal Ichwan dengan leluasa berhasil menjebol gawang I Komang Putra. Untuk kedua kalinya kiper Persema tersebut harus memungut si kulit bundar dari gawangnya. Kedudukan 2-1 bagi tuan rumah ini bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, tempo permainan mulai melambat. Kedua kesebelasan terlihat lebih berhati-hati dalam memainkan bola. Meski begitu, sejumlah peluang sama-sama diperoleh kedua kesebelasan secara bergantian.

Satu kerjasama bagus kembali diperlihatkan Arema di menit-menit akhir pertandingan. Kerjasama M.Fakhrudin M. Ridhuan dan Noh Alamshah yang berada segaris di depan gawang lawan, akhirnya kembali menambah gol bagi Arema melalui kaki Alamshah di menit ke-83. Gol ketiga Arema ini bertahan hingga permainan usai. Kedudukan 3-1 untuk Arema Indonesia.  

Arema lebih sabar dan disiplin. Serangan-serangan dari sayap mereka, memang sangat berbahaya. Ke depan kami akan melakukan evaluasi, baik di lini belakang dan depan yang saya rasa kurang ada komunikasi dan koordinasi, ujar Pelatih Persema, Subangkit usai pertandingan.

Pelatih Arema sendiri, Robert Rene Albert, mengaku puas dengan kemenangan tersebut. Kemenangan itu menurut Robert adalah hasil kerja keras seluruh tim.

Robert juga mengapresiasi permainan sejumlah pemain mudanya yang dinilai cukup bagus yaitu Juan Revi (23 tahun), Beni Wahyudi (22 tahun), dan Irfan Raditya (21 tahun). Mereka adalah pemain muda usia yang berhasil menahan permainan pemain-pemain senior Per sema yang berpengalaman. Saya salut dan bangga dengan mereka, ujarnya.

Laga derby tersebut memang penuh sesak oleh penonton kedua kesebelasan. Selain itu juga dipenuhi pengiklan baik iklan papan atau iklan dinding.

Penuhnya penonton cukup mengejutkan mengingat harga tiket partai ini untuk kelas ekonomi sudah dinaikkan dari Rp 15.000 menjadi Rp 25.000, tiket VIP seharga Rp 75.000, dan harga tiket VVIP Rp 100.000 per orang.

Dalam laga ini panpel mencetak 33.000 tiket ekonomi, 2300 tiket VIP, dan 270 tiket VVIP. Tiket itu diperkirakan habis terjual. Dari perhitungan awal target pendapatan Rp 1 miliar lebih untuk partai ini bisa tercapai, ujar Ketua Panitia Pelaksana Pertandi ngan, Abdul Haris.

Demi mengamankan laga penting ini, panitia pelaksana menyiagakan 1050 personil pengamanan pertandingan. Jumlah ini jauh lebih banyak dibandingkan pengamanan laga sebelumnya yang hanya menyiagakan 700-800-an personil keamanan. (DIA)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau