BEIJING, KOMPAS.com
Kementerian Urusan Sipil China menyebutkan, sebanyak 5.000 rumah lain di wilayah Tacheng dan Altay rusak akibat badai salju pada pekan lalu.
Kantor berita Xinhua melaporkan, badai salju menyebabkan suhu turun drastis, mengganggu aliran listrik, dan mengacaukan lalu lintas. Badai salju juga menyebabkan ratusan penerbangan di Bandara Internasional Beijing dibatalkan.
Otoritas memerintahkan untuk dilakukan pemadaman listrik secara bergiliran di ratusan pabrik di China tengah untuk menjamin pasokan listrik guna menghangatkan rumah. Pada musim dingin tahun lalu sejumlah wilayah di China mengalami pemadaman setelah perusahaan listrik kekurangan pasokan batu bara.
China mengalami musim dingin lebih awal dan lebih dingin yang tidak seperti biasanya. Badai salju melanda wilayah utara, sementara hujan salju turun di wilayah selatan, dan suhu turun hingga di bawah nol derajat celsius.
Pemerintah China telah mengirimkan 5.000 tenda, 10.000 mantel, dan 10.000 selimut untuk wilayah yang dilanda badai salju.
Dari Meksiko dilaporkan, gelombang udara dingin menyapu sebagian wilayah negara itu dan menyebabkan sembilan orang tewas. ”Sejak akhir pekan lalu, kami mendapati sembilan orang tewas karena kedinginan,” kata Menteri Kesehatan Meksiko Jose Angel Cordova, Sabtu.
Penduduk di wilayah utara Meksiko, yang biasanya terpanggang matahari, berjuang untuk menghadapi udara dingin dengan suhu di bawah nol derajat celsius. Suhu di Negara Bagian Chihuahua, yang mengalami panas hampir sepanjang tahun, mencapai minus 6,6 derajat celsius. Coahuila, negara bagian tandus lainnya yang berbatasan dengan Amerika Serikat, mengalami suhu minus 8,5 derajat celsius.
Jose Cordova mengatakan, kebanyakan korban tewas karena hipotermia. Beberapa korban tewas karena keracunan karbon monoksida saat mencoba menghangatkan diri. Banyak rumah di Meksiko tidak dilengkapi penghangat karena biasanya musim dingin tidak terlalu dingin.
Cuaca dingin di Meksiko juga menyebabkan banyak penerbangan dibatalkan. Sekolah-sekolah di 10 dari 32 negara bagian ditutup. Pengamat cuaca mengatakan, salju dan cuaca dingin diperkirakan berlanjut selama 1-3 hari mendatang.
Cuaca beku yang melanda Eropa masih terus menyebabkan kekacauan. Ratusan warga terjebak di dalam kendaraan mereka di tengah tebalnya lapisan salju atau telantar di bandara selama berjam-jam karena penerbangan dibatalkan. Ribuan rumah mengalami pemadaman listrik, Minggu.
Akses ke desa-desa di utara Jerman dan pulau-pulau Baltik terputus. ”Saat sampai di utara, situasi jadi dramatis,” kata Maxi Hartung dari Asosiasi Otomobil Jerman. Ribuan kecelakaan lalu lintas dilaporkan terjadi selama beberapa hari terakhir.
Cuaca beku, yang menurut para ahli disebabkan depresi langka yang disebut Daisy, melepaskan badai salju di utara Jerman. Seluruh negeri diselimuti salju dan diempas angin kencang.
Penerbangan terpukul dengan 63 penerbangan dibatalkan sejak Sabtu malam hingga tengah hari di Frankfurt. Sebelumnya, 255 penerbangan dibatalkan sepanjang Sabtu.
Di Inggris, yang mengalami cuaca terdingin dalam 30 tahun, semakin banyak pembatalan penerbangan di Bandara Heathrow. Kereta api berjalan normal meskipun Eurostar hanya menjalankan dua dari tiga kereta api melalui terowongan Channel.
Di London, danau untuk berenang di Hyde Park ditutup untuk pertama kalinya dalam 140 tahun. Sejauh ini, cuaca beku di Inggris telah menewaskan 26 orang. Peringatan kelangkaan gas telah dicabut, Minggu, karena datangnya pasokan.
Dalam dua hari terakhir, sekitar 3.000 rumah di Perancis tidak dialiri listrik. Di Polandia, 80.000 rumah tangga juga tidak dialiri listrik setelah kabel listrik putus tertimpa cabang pohon akibat hujan salju lebat.
Hujan deras dan salju yang mencair menyebabkan banjir di sebagian Kroasia dan Bosnia.
Ahli meteorologi Michel Daloz dari Meteo France mengatakan, kondisi keras yang tidak biasa pada musim dingin kali ini disebabkan kombinasi udara lembab yang relatif hangat dari Mediterania yang bertemu udara dingin dari utara dan timur.