5.400 Warga China Terpaksa Dievakuasi

Kompas.com - 11/01/2010, 06:27 WIB

BEIJING, KOMPAS.com - Badai salju yang melanda wilayah Xinjiang, barat laut China, menyebabkan lebih dari 5.400 orang terpaksa dievakuasi, Minggu (10/1/2010). Setidaknya satu orang tewas dan 800 rumah rata dengan tanah akibat badai salju.

Kementerian Urusan Sipil China menyebutkan, sebanyak 5.000 rumah lain di wilayah Tacheng dan Altay rusak akibat badai salju pada pekan lalu.

Kantor berita Xinhua melaporkan, badai salju menyebabkan suhu turun drastis, mengganggu aliran listrik, dan mengacaukan lalu lintas. Badai salju juga menyebabkan ratusan penerbangan di Bandara Internasional Beijing dibatalkan.

Otoritas memerintahkan untuk dilakukan pemadaman listrik secara bergiliran di ratusan pabrik di China tengah untuk menjamin pasokan listrik guna menghangatkan rumah. Pada musim dingin tahun lalu sejumlah wilayah di China mengalami pemadaman setelah perusahaan listrik kekurangan pasokan batu bara.

China mengalami musim dingin lebih awal dan lebih dingin yang tidak seperti biasanya. Badai salju melanda wilayah utara, sementara hujan salju turun di wilayah selatan, dan suhu turun hingga di bawah nol derajat celsius.

Pemerintah China telah mengirimkan 5.000 tenda, 10.000 mantel, dan 10.000 selimut untuk wilayah yang dilanda badai salju.

Di bawah nol

Dari Meksiko dilaporkan, gelombang udara dingin menyapu sebagian wilayah negara itu dan menyebabkan sembilan orang tewas. ”Sejak akhir pekan lalu, kami mendapati sembilan orang tewas karena kedinginan,” kata Menteri Kesehatan Meksiko Jose Angel Cordova, Sabtu.

Penduduk di wilayah utara Meksiko, yang biasanya terpanggang matahari, berjuang untuk menghadapi udara dingin dengan suhu di bawah nol derajat celsius. Suhu di Negara Bagian Chihuahua, yang mengalami panas hampir sepanjang tahun, mencapai minus 6,6 derajat celsius. Coahuila, negara bagian tandus lainnya yang berbatasan dengan Amerika Serikat, mengalami suhu minus 8,5 derajat celsius.

Jose Cordova mengatakan, kebanyakan korban tewas karena hipotermia. Beberapa korban tewas karena keracunan karbon monoksida saat mencoba menghangatkan diri. Banyak rumah di Meksiko tidak dilengkapi penghangat karena biasanya musim dingin tidak terlalu dingin.

Cuaca dingin di Meksiko juga menyebabkan banyak penerbangan dibatalkan. Sekolah-sekolah di 10 dari 32 negara bagian ditutup. Pengamat cuaca mengatakan, salju dan cuaca dingin diperkirakan berlanjut selama 1-3 hari mendatang.

Daisy

Cuaca beku yang melanda Eropa masih terus menyebabkan kekacauan. Ratusan warga terjebak di dalam kendaraan mereka di tengah tebalnya lapisan salju atau telantar di bandara selama berjam-jam karena penerbangan dibatalkan. Ribuan rumah mengalami pemadaman listrik, Minggu.

Akses ke desa-desa di utara Jerman dan pulau-pulau Baltik terputus. ”Saat sampai di utara, situasi jadi dramatis,” kata Maxi Hartung dari Asosiasi Otomobil Jerman. Ribuan kecelakaan lalu lintas dilaporkan terjadi selama beberapa hari terakhir.

Cuaca beku, yang menurut para ahli disebabkan depresi langka yang disebut Daisy, melepaskan badai salju di utara Jerman. Seluruh negeri diselimuti salju dan diempas angin kencang.

Penerbangan terpukul dengan 63 penerbangan dibatalkan sejak Sabtu malam hingga tengah hari di Frankfurt. Sebelumnya, 255 penerbangan dibatalkan sepanjang Sabtu.

Pertama kali

Di Inggris, yang mengalami cuaca terdingin dalam 30 tahun, semakin banyak pembatalan penerbangan di Bandara Heathrow. Kereta api berjalan normal meskipun Eurostar hanya menjalankan dua dari tiga kereta api melalui terowongan Channel.

Di London, danau untuk berenang di Hyde Park ditutup untuk pertama kalinya dalam 140 tahun. Sejauh ini, cuaca beku di Inggris telah menewaskan 26 orang. Peringatan kelangkaan gas telah dicabut, Minggu, karena datangnya pasokan.

Dalam dua hari terakhir, sekitar 3.000 rumah di Perancis tidak dialiri listrik. Di Polandia, 80.000 rumah tangga juga tidak dialiri listrik setelah kabel listrik putus tertimpa cabang pohon akibat hujan salju lebat.

Hujan deras dan salju yang mencair menyebabkan banjir di sebagian Kroasia dan Bosnia.

Ahli meteorologi Michel Daloz dari Meteo France mengatakan, kondisi keras yang tidak biasa pada musim dingin kali ini disebabkan kombinasi udara lembab yang relatif hangat dari Mediterania yang bertemu udara dingin dari utara dan timur. (AP/AFP/REUTERS/XINHUA/FRO)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau