JAKARTA, KOMPAS.com — Kecelakaan hebat terjadi di Jalan Kamal Raya, Penjaringan, Jakarta Utara pada Senin (11/1/2010) pagi. Empat orang dipastikan tewas dalam kecelakaan yang melibatkan 14 sepeda motor, satu truk trailer, dan sebuah truk Colt Diesel. Akibat kecelakaan ini, sejak pagi hingga berita ini diturunkan, kemacetan panjang terjadi di ruas Jalan Kamal Raya.
Kemacetan terjadi hingga lebih dari enam kilometer. Mulai dari Jalan Kapuk-Kamal Raya dari arah Cengkareng hingga ke Jalan Kamal Raya arah Penjaringan. Kemacetan juga terjadi lantaran banyaknya truk-truk besar yang melintas di kawasan tersebut. Jalur ini memang jalur yang biasa dilalui oleh berbagai kendaraan angkutan berat yang lalu lalang menuju kawasan Pelabuhan Tanjung Priok dan Bandara Soekarno-Hatta.
Menurut pantauan Kompas.com, kemacetan masih belum bisa diurai meski puluhan aparat kepolisian dari Polsektro Penjaringan diturunkan untuk mengatur lalu lintas. Ratusan warga yang tumpah ruah ke jalan untuk melihat langsung lokasi kecelakaan ikut mempersulit pengaturan lalu lintas.
Hingga saat ini kendaraan truk trailer bernopol B 9982 RW yang menjadi penyebab kecelakaan beruntun ini masih belum bisa dipindahkan. Sementara truk Colt Diesel dan sejumlah sepeda motor yang terlindas sudah berhasil dievakuasi petugas.
Seperti yang diwartakan, kecelakaan hebat ini berawal dari dugaan truk trailer yang mengalami rem blong. Akibatnya, tabrakan beruntun pun tak terelakkan. Selain itu, dua orang pengendara sepeda motor tewas di tempat karena terlindas truk.
Sementara dua lainnya meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit. Korban luka-luka lainnya hingga saat ini masih dirawat di RS Cengkareng. Satu orang pengemudi truk Colt Diesel saat ini sudah diamankan di Kantor Laka Lantas Polres Jakarta Utara. Sementara pengemudi truk trailer yang menjadi penyebab kecelakaan berhasil melarikan diri.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang