Robert Tantular dan BI Saling Tuding

Kompas.com - 11/01/2010, 16:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan bos Bank Century Robert Tantular pada pemeriksaan oleh Pansus Hak Angket Kasus Bank Century, Senin (11/1/2010) di DPR RI, mengatakan bahwa dia adalah korban dari pemegang saham dan Bank Indonesia. Robert bahkan mengaku tidak terlibat sama sekali dalam proses merger dan akuisisi Bank CIC, Bank Pikko, dan Bank Danpac.

Pada pemeriksaan kali ini, Robert bahkan memberikan dokumen yang berjudul, "Robert Tantular, Korban dari Pemegang Saham dan Bank Indonesia" kepada semua anggota Pansus. Dalam salah satu bagian, Robert mengaku dipaksa Bank Indonesia menandatangani letter of commitment pada tanggal 15 Oktober 2008. Pasalnya, bank sentral menilai surat-surat berharga (SSB) Bank Century bermasalah. Surat ini, menurutnya, menjadi salah satu penyebab mengapa dia ditangkap.

Hal ini tentunya bertentangan dengan pernyataan sejumlah mantan pejabat BI yang menuding Robert sebagai bankir yang licik, lihai, dan licin. Hal ini misalnya disampaikan oleh mantan deputi bidang pengawasan BI, Aulia Pohan. Disampaikan Aulia, dia lelah karena harus mengawasi tiga bank milik Robert yang menjadi pasien BI. Robert juga dinilai kerap mangkir dari kewajibannya.

Lantas siapa yang benar? Ketika berita ini diturunkan, pemeriksaan terhadap Robert dan juga mantan internal auditor Susanna Coa diskors. Keduanya tetap tinggal di dalam ruang pansus. Sementara itu, nasabah Bank Century terus menanti Robert ke luar ruangan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau