Demi Akhiri Perang, Korut Tawarkan Perjanjian Damai

Kompas.com - 12/01/2010, 01:19 WIB

SEOUL, KOMPAS.com - Korea Utara pada hari Senin mengusulkan pentingnya menandatangani perjanjian perdamaian tahun ini untuk secara resmi mengakhiri Perang Korea. Hal ini dilihat sebagai upaya penting untuk meningkatkan posisi negosiasi dan dimulainya kembali perundingan internasional yang bertujuan mengurangi program nuklir.
 
Rezim komunis mengatakan, negosiasi untuk kembali kepada perundingan mengenai program senjata nuklir sangat tergantung pada hubungan yang lebih baik dengan Washington dan
pencabutan sanksi.

Korea Utara telah lama menuntut perjanjian perdamaian, namun tawaran ini masih suram karena Korea Selatan curiga bahwa pesaingnya tersebut akan menggunakan masalah itu sebagai selingan belaka. Seorang pejabat AS kemarin mengatakan bahwa otoriter Utara harus memperbaiki catatan hak asasi manusia sebelum melakukan normalisasi hubungan.

Washington dan Pyongyang tidak pernah memiliki hubungan diplomatik karena Perang Korea 1950-53 berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian perdamaian. Korea Utara, di bawah PBB dan China telah menandatangani gencatan senjata, tetapi Korea Selatan tidak pernah melakukannya.

Korea Utara, yang mengklaim dipaksa mengembangkan bom atom untuk menghadapi ancaman AS, telah menghentikannya pascakecaman internasional dari jatuhnya sebuah roket jarak jauh yang diluncurkan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau