Sebelum ke Pansus, Boediono Pilih Persiapan di Rumah Dinas

Kompas.com - 12/01/2010, 11:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI), yang juga Wakil Presiden, Boediono, Selasa (12/1/2010) pagi hingga siang memilih berada di rumah dinasnya di Jalan Diponegoro sebelum memenuhi undangan ke Panitia Khusus DPR Kasus Bank Century pada pukul 14.00 di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.  

Dari informasi yang diterima Kompas.com, Selasa pagi, agenda Boediono sebagai Wapres sengaja dikosongkan. Tujuannya agar dia dapat mempersiapkan diri sebelum dipanggil Pansus DPR.  

"Acara Pak Boediono memang kosong. Saya dengar, Bapak sekarang ada di rumah dinasnya untuk mempersiapkan diri. Meskipun seperti pemanggilan yang pertama hanya sekitar dua jam, tapi nanti sore dan malam juga kosong kok," ujar seorang staf yang tak mau disebutkan namanya.  

Juru Bicara Wapres yang juga Staf Khusus Bidang Media Massa Yopie Hidayat mengakui, Boediono hari ini memang tidak ada acara kecuali memenuhi undangan Pansus DPR.  

Dalam catatan Kompas.com, pemanggilan Boediono ini untuk yang kedua kali. Yang akan didalami masih terkait dengan pengucuran dana talangan Bank Century Rp 6,7 triliun.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau