JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso, yang juga Wakil Ketua DPR RI, mengaku siap menjadi "korban" perombakan alias reshuffle kabinet. "Golkar telah mewakafkan semuanya. Ditambah, alhamdulillah, dikurangi, ya monggo saja, asal alasannya bersifat kepentingan umum," ujar Priyo, Selasa (12/1/2010).
Priyo juga mengaku, Golkar siap jika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, ketika melakukan evaluasi, berkesimpulan bahwa semua anggota Kabinet Indonesia Bersatu II yang berasal dari kalangan profesional diganti kader-kader dari partai politik, dan juga sebaliknya.
"Setiap keputusan Presiden tentu mempunyai implikasi jangka pendek dan jangka panjang. Ini semuanya merupakan hak prerogatif Presiden," tambah Priyo.
Terkait performa Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Patrialis Akbar, yang berasal dari Partai Golkar, Priyo menanggapinya positif.
"Saya yakin Patrialis mampu melakukan tugasnya. Sebagai alumni DPR, Patrialis mengetahui seluk-beluk hukum. Soal Rutan Pondok Bambu dan kasus hukum Prita Mulyasari, saya yakin ini tidak dalam skenario menteri. Dia bahkan gemas melihat anak buahnya soal Rutan kemarin," ujar Priyo.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang