Sri Mulyani Diingatkan Tak Pakai Jurus "Tidak Tahu"

Kompas.com - 13/01/2010, 11:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Belum lagi memberikan keterangan, mantan Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Sri Mulyani sudah diingatkan dan diceramahi. Wakil Ketua Pansus Angket Kasus Bank Century Mahfudz Siddiq mengimbau agar Sri Mulyani tak menggunakan jurus jawaban "tidak tahu" yang kerap digunakan oleh saksi-saksi sebelumnya. Hal itu diungkapkan Mahfudz sebelum proses pemeriksaan antara Pansus dan Sri Mulyani, Rabu (13/1/2010) di Gedung DPR, Jakarta.

"Kami sering menemukan, tidak semua jawaban mendasar dijawab. Oleh karena itu, kami mengimbau agar tidak menggunakan kata 'tidak tahu', 'lupa', atau 'tidak ingat'," kata Mahfudz.

Mahfudz melanjutkan, jawaban-jawaban tersebut tidak akan memengaruhi pandangan dan kesimpulan yang akan dibuat Pansus. Namun, kesimpulan yang dibuat menjadi tidak bersifat obyektif yang tidak berdasarkan keterangan saksi.

"Pansus tidak akan terpengaruh dengan jawaban-jawaban seperti itu. Namun, akan merugikan saksi sendiri kalau nantinya kesimpulan Pansus menjadi bersifat subyektif," ujarnya.

Mahfudz bahkan mengingatkan Sri Mulyani bahwa sebelum memberikan kesaksian dirinya sudah disumpah berdasarkan agama yang dianut. Sebuah ayat dalam Al Quran pun dikutip politisi PKS itu. "Bu Sri Mulyani juga telah disumpah. Ada ayat yang menceritakan tentang menyembunyikan kebenaran. Bagi orang-orang yang menyembunyikan kebenaran, itu perbuatan yang dilaknat oleh Allah," kata dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau