SBY Puji Kinerja JK Cepat Tangani Krisis

Kompas.com - 13/01/2010, 16:04 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memuji gaya kepemimpinan mantan Wapres Jusuf Kalla. Pujian itu disampaikan Presiden saat menerima Ketua Umum Palang Merah Indonesia M Jusuf Kalla beserta jajarannya di Kantor Presiden, Rabu (13/1/2010). Jusuf Kalla, yang kini menjadi Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) periode 2009-2014, terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PMI dalam Musyawarah Nasional ke-19 PMI pada tanggal 22 Desember 2009.

Jusuf Kalla, menurut SBY, memiliki reputasi yang sangat baik dalam menangani tanggap darurat. "Pak JK tentu kita ketahui reputasi beliau dalam bergerak cepat menangani persoalan di waktu krisis. Karena itu, PMI yang kerap hadir dalam keadaan darurat, membutuhkan kepemimpinan seperti itu," ujar SBY saat menerima rombongan Pengurus PMI Pusat.

Dalam kesempatan itu, Presiden mewakili negara dan pribadi mengucapkan selamat atas terpilihnya JK sebagai Ketua Umum PMI periode 2009-2014. SBY berharap, PMI di bawah kepengurusan baru semakin jaya dan dapat menjadi partner pemerintah dalam menyelesaikan setiap persoalan dengan baik.

Pertemuan SBY-JK berlangsung hangat. Keduanya saling melempar senyum dan berjabat tangan erat. JK, dan juga Megawati Soekarnoputri, pada Pemilu Presiden 2009 merupakan rival SBY.

Jusuf Kalla mengatakan, dirinya dan PMI datang untuk bertemu dengan Presiden SBY atas permintaannya. "Kedatangan kami menemui Presiden SBY selaku pelindung PMI adalah untuk melaporkan mengenai susunan kepengurusan baru serta langkah-langkah yang akan dijalankan oleh PMI. Seperti Anda ketahui, PMI melaksanakan tugas-tugas kemanusiaan dalam bentuk baik pencegahan dan juga melaksanakan hal-hal yang berhubungan dengan kesehatan dan masalah sosial secara umum," kata Jusuf Kalla seusai bertemu SBY.

Dalam pertemuan tersebut, JK mengaku mendapat dukungan penuh pemerintah sebab Presiden SBY menyatakan dukungannya kepada PMI. "Bapak SBY mendukung dan akan membantu bekerja sama dengan pemerintah untuk melaksanakan tugas-tugas ini. Itulah pembicaraan-pembicaraan yang tadi dilakukan, di samping mendekatkan diri, juga meningkatkan kerja sama untuk hal tersebut," kata Kalla.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau