Semasa menjabat sebagai Wakil Presiden periode 2004-2009, Muhammad Jusuf Kalla tidak pernah bersedia memberikan keterangan di atas podium pada ruangan untuk pers di Kantor Presiden.
Kalla saat itu dikenal sebagai Wapres yang akrab dan menyenangkan untuk dimintai
Akan tetapi, Rabu (13/1), Kalla justru tampak santai meladeni pertanyaan wartawan sambil berdiri di atas podium di Kantor Presiden.
Selain digunakan oleh Presiden dan para menteri, podium itu memang dipersilakan untuk digunakan oleh pejabat yang menjadi tamu Presiden. Dan, siang itu, Kalla dalam kapasitas sebagai Ketua Umum Palang Merah Indonesia Pusat adalah tamu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Itulah kali pertama Kalla menginjakkan kaki di lingkungan Istana Presiden sejak menghadiri rapat kabinet paripurna terakhir sebelum pemerintahan baru dibentuk, 20 Oktober 2009.
Pertemuan antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Kalla, keduanya bersaing pada Pemilihan Presiden 2009, hanya berlangsung sekitar 30 menit.
”Beliau sahabat saya, sama-sama di pemerintahan delapan tahun. Dulu, saya masuk bebas saja langsung, sekarang cuma perlu minta ketok pintu dulu. Itu saja bedanya,” ujar Kalla.
Wartawan yang menyesaki ruang pers di Kantor Presiden tak dapat menahan diri untuk menanyakan bagaimana suasana pertemuan pertama Yudhoyono dan Kalla.
”Saya tentu senang sekali, walaupun ini bukan pertemuan pertama, tiga hari lalu kami ketemu di acara pengantin. Tetapi, secara resmi ini pertama kali menghadap. Dulu berbincang bersama, sekarang menghadap,” ujarnya.
Tidak ada isu atau masalah yang terlalu sensitif untuk ditanyakan kepada Kalla. Karena Kamis ini ia akan diundang oleh Pansus DPR tentang Hak Angket Bank Century, wartawan pun tak luput mencecarnya dengan pertanyaan soal apakah kasus Century juga disinggung dalam pembicaraan Kalla dan Yudhoyono.
Dengan wajah serius, Kalla menjawab, ”Kami sebetulnya membahas masalah bank secara mendalam, tetapi yang kami bahas bank darah, bukan Bank Century.”
Kalla menjelaskan, ia dan Presiden Yudhoyono tidak memiliki hambatan untuk berkomunikasi setiap saat jika ada persoalan negara untuk dibicarakan.
Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum PMI Pusat, Kalla menegaskan, ia dan Yudhoyono memiliki komitmen dan perhatian yang sama dalam urusan kemanusiaan.
Ketika menyambut Kalla, Presiden juga menyampaikan selamat karena PMI kini dipimpin oleh Kalla yang mempunyai reputasi mampu bergerak sigap pada saat krisis.
Kalla yang mengenakan kemeja batik berwarna merah juga tak menghindar ketika wartawan yang sehari-hari bertugas
Antusiasme wartawan di istana untuk berfoto bersama tamu Presiden yang begitu besar sebelumnya hanya terjadi ketika Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton berkunjung ke Jakarta, tahun lalu.
Seusai memberikan keterangan pers dan berfoto bersama, wartawan masih juga mengerubuti Kalla yang dengan susah payah bergerak ke mobil sambil menanyakan beragam persoalan kepadanya.