NEW YORK, KOMPAS.com — Pemerintah Indonesia mengupayakan evakuasi dua warganya yang selamat dalam musibah gempa bumi di Haiti, Selasa (12/1/2010).
Namun, evakuasi terhadap kedua WNI itu, Endang Satriyani dan Yogi Anggoro, masih menunggu selesainya pembuatan paspor, terutama bagi Endang.
Kuasa Usaha Ad Interim Perwakilan Tetap RI (PTRI) untuk PBB di New York Duta Besar Hasan Kleib di New York, Rabu (13/1/2010) malam, mengemukakan, Endang kehilangan paspor saat bencana terjadi.
Saat gempa mengguncang Haiti, Selasa, Endang dan Yogi sedang berada di markas MINUSTAH (Misi Stabilisasi PBB di Haiti) di Ibu Kota Port au Prince.
Gedung itu kemudian runtuh karena gempa dengan lebih dari 100 orang tertimbuh reruntuhan, termasuk pemimpin MINUSTAH, Hedi Annabi.
"Endang dan Yogi berhasil menyelamatkan diri sebelum gedung markas MINUSTAH runtuh. Namunm tas milik Endang tempatnya menyimpan paspor ketinggalan di dalam gedung," kata Hasan.
Karena itu, ujarnya, PTRI New York akan membantu Endang untuk mendapatkan paspor baru. Belum dapat diperkirakan kapan Endang dan Yogi akan dievakuasi dari Port au Prince.
Selain menunggu selesainya pembuatan paspor, hal itu juga akan tergantung dari kesiapan MINUSTAH, yang saat ini menjadi pihak paling diandalkan menangani situasi pascabencana di Haiti, untuk melakukan proses evakuasi.
"Yang pasti, kami terus bekerja sama dengan berbagai pihak, terutama MINUSTAH, untuk memperlancar proses evakuasi mereka," kata Dubes Hasan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang