Dibuka, Beasiswa StuNed dari Pemerintah Belanda....

Kompas.com - 14/01/2010, 21:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Anda bekerja di sektor-sektor yang terkait dengan pembangunan Indonesia dan ingin meningkatkan kapasitas keilmuan? Berani berkomitmen terhadap kemajuan Indonesia dan bersedia mengaplikasikan ilmu yang didapatkan untuk pembangunan Indonesia?

StuNed atau Studeren in Nederland atau studi di Belanda mungkin bisa menjadi jawabannya. Karena StuNed merupakan program beasiswa yang diberikan oleh pemerintah Belanda kepada para mid-career professional Indonesia.

Setiap tahunnya, antara 150-200 beasiswa penuh ditawarkan kepada mereka yang berkecimpung dalam pembangunan Indonesia. Program ini bertujuan membantu pembangunan Indonesia melalui peningkatan sumber daya manusia pada institusi-institusi di Indonesia.

Wanita diprioritaskan

Kandidat yang dicari untuk mengisi beasiswa ini adalah mereka yang berkomitmen tinggi meningkatkan sumber daya manusia dan kapasitas institusi dari mitra Kedutaan Besar Kerajaan Belanda, memperkuat kerja sama bilateral antara Indonesia dan Belanda dan juga meningkatkan efektivitas dari program-program kerja yang sedang berjalan.

Hanya saja, prioritas beasiswa ini akan diberikan kepada calon peserta yang berasal dari organisasi-organisasi lokal yang bermitra dengan Kedutaan Besar Kerajaan Belanda seperti departemen, lembaga pemerintah non departemen, pemerintah daerah, LSM, bahkan dari sektor swasta yang memiliki keterkaitan erat dengan isu-isu pembangunan yang relevan dengan Multi-Annual Strategic Plan (MASP) 2008- 2011 Kedutaan Besar Kerajaan Belanda.

Hanya pria? Tidak. Karena beasiswa ini juga diprioritaskan diberikan kepada para kandidat perempuan dan calon peserta dari luar Jawa.

Siapa kandidatnya?

Beasiswa StuNed diperuntukkan khusus untuk para profesional Indonesia dengan masa kerja minimum dua tahun di tempat kerja terakhir, bukan masa kerja kumulatif. Hanya, sektor-sektor yang diprioritaskan dari program beasiswa ini adalah pendidikan, good governance, iklim investasi, manajemen air, penyediaan air bersih dan sanitasi, lingkungan (fokus pada gambut), serta energi berkelanjutan.

Setelah menyelesaikan studi di Belanda, penerima beasiswa diharuskan kembali ke Indonesia. Adalah kewajiban penerima beasiswa untuk meneruskan komitmennya bagi pembangunan melalui institusi tempat mereka bekerja.

Persyaratan Umum

Selain warga negara Indonesia dengan pendidikan minimal S1 dari universitas di Indonesia, pendaftar harus dapat menunjukkan bukti prestasi akademik dengan IPK minimal 2,75.

Dengan pengalaman kerja setelah lulus S-1 minimal 2 tahun di institusi terakhir; pendaftar harus berlatar belakang pendidikan atau bidang kerja yang sesuai dengan pilihan studi program master pilihannya.

Tertarik? Saat ini, pendaftaran beasiswa StuNed sudah dibuka dan batas akhir pendaftarannya sampai 15 Maret 2010 mendatang. Informasi lebih lanjut bisa dilihat di www.nesoindonesia.or.id/indonesian-students/informasi-dalam-bahasa/beasiswa/stuned.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau