Akhirnya Andalas Kawini Ratu

Kompas.com - 15/01/2010, 18:44 WIB

BOGOR, KOMPAS.com - Andalas, seekor badak Sumatera (Rhinoceros sumatranensis) jantan usia 8 tahun yang lahir di Kebun Binatang Cincinnati, Ohio, Amerika Serikat akhirnya berhasil dikawinkan dengan badak Sumatera betina bernama Ratu di Suaka Rhino Sumatera Way Kambas, Lampung. Sebelumnya, Andalas yang dipindahkan ke Way Kambas pada 2007 itu sulit sekali dikawinkan. 

Hal tersebut disampaikan Kepala Yayasan Badak Indonesia (YABI), Widodo Ramono usai jumpa pers di Hotel Santika, Bogor, Jumat (15/1/2010). "Andalas sekarang sudah mulai pinter. Dulu kan kalau didekatkan dengan betinanya, di malah nabrak-nabrakin betinanya, seperti ngamuk loh," ujar Widodo. 

Menurut Widodo, Andalas telah mengawini Ratu pada 4 Desember 2009 dan sekitar 20-an desember tahun lalu. Meskipun berhasil dikawinkan, Ratu tak bisa langsung hamil. "18 kali kawin dulu baru berhasil," tutur Widodo. 

Satwa Indonesia yang nyaris punah ini memang sulit berkembang biak apalagi dikawinkan di tempat penangkaran. Menurut dokter hewan Kurnia Oktavia, yang ditemui usai jumpa pers, Jumat, masa subur badak betina sulit dikenali kecuali dengan pemeriksaan Ultra Sonografi (USG). Badak betina yang sedang birahi juga sulit dikenali tanda-tandanya. 

Badak jantan Andalas diikutkan dalam program pembiakan internasional melalui metodologi yang dikembangkan Kebun Binatang Cincinnati. Sebelumnya kebun bintanag tersebut berhasil mengembangbiakkan tiga ekor badak dari badak betina bernama Emi yang kini telah tewas di usia 21 tahun karena sakit. Para ahli berharap program ini akan berhasil mengawinkan Andalas dengan badak betina di suaka sehingga menambah populasi badak Sumatra di dunia yang diperkirakan tinggal 200 ekor.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau