Kunci skandal Bank Century ditemukan. Kuncinya ketika mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan, Menteri Keuangan Sri Mulyani pernah mengaku tertipu oleh Bank Indonesia terkait biaya talangan untuk Bank Century.
Demikian dikatakan pengajar Komunikasi Politik dari Universitas Indonesia, Effendi Ghazali, Jumat (15/1) di Jakarta.
Pernyataan tertipu dari Sri Mulyani menjadi salah satu kesaksian Kalla di depan Panitia Khusus DPR tentang Hak Angket Bank Century, Kamis lalu. Pernyataan ini, kata Kalla, disampaikan Sri Mulyani saat
Ketika memutuskan memberikan dana talangan (
Kalla juga mengaku heran atas biaya
Ketika bersaksi di depan Pansus, Rabu lalu, Sri Mulyani tidak menyatakan perasan tertipu ini. Namun, dia mengaku tidak puas dengan data yang diberikan BI terkait biaya
Mantan Gubernur BI
Pertanyaannya, data apa yang ditemukan dan berubah di Bank Century dan apa sebabnya? Juga apakah BI tak curiga dengan perubahan itu karena membuat biaya
Padahal, seperti disampaikan mantan Deputi Gubernur BI Aulia T Pohan ketika bersaksi di Pansus pada 5 Januari 2010, pemilik Bank Century, Robert Tantular, dikenal sebagai bankir nakal, bandel, dan juga lihai.
Menurut Sri Mulyani, lonjakan biaya
Padahal, kata Kalla, menyimpan surat berharga bodong adalah salah satu cara merampok bank. Cara lain, seperti memiliki kredit fiktif atau melarikan uang
Effendi menilai, Pansus tinggal mencari penyebab lonjakan biaya
”Pansus juga tinggal mencari, ke mana aliran dana
Yang jelas, seperti disampaikan Boni Hargens, pengajar Ilmu Politik Universitas Indonesia, sekarang korupsi tak hanya dilakukan dengan mengambil uang secara langsung. Namun, juga dengan memainkan kebijakan dan aturan.