Anggodo Siap jika Hanya Dirinya Ditetapkan Jadi Tersangka

Kompas.com - 16/01/2010, 16:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tersangka Anggodo Widjojo siap jika hanya dirinya yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Ia pun tidak akan mendesak KPK agar menetapkan tersangka lain dalam kasus dugaan penyuapan terhadap pimpinan KPK serta dugaan mencegah, merintangi, atau menghalangi penyidikan kasus korupsi di KPK.

Hal itu dikatakan kuasa hukum Anggodo Widjojo, Bonaran Situmeang, seusai menjenguk kliennya di rutan Klas I Cipinang, Jakarta Timur, Sabtu (16/1/2010) sore.

Ia dimintai tanggapan bagaimana jika nanti hanya Anggodo yang ditetapkan tersangka oleh KPK. "Silakan. Itu kebijakan mereka (KPK)," ucap Bonaran yang tampak mengenakan kemeja batik warna biru.

Seperti diberitakan, Anggodo ditetapkan tersangka oleh KPK terkait rekaman yang telah diperdengarkan di Mahkamah Konstitusi. Selain Anggodo, terdapat beberapa orang lain yang terlibat dalam rekaman.

"Kami tidak menginginkan satu tersangka pun termasuk Anggodo, Ari Muladi, Wisnu Subroto, atau siapa pun yang ada di rekaman dijadikan tersangka," kata Bonaran.

Anggodo, kata Bonaran, kesal terhadap penetapannya sebagai tersangka lalu dilanjutkan dengan penahanan. Kekesalan itu lantaran ia telah kehilangan uang Rp 5,1 miliar yang diberikan kepada Ari Muladi untuk disampaikan kepada pimpinan KPK dan kini ditahan.

"Anggodo kecewa, tidak adil. Dia hanya korban hukum," lontar dia dengan logat batak kental.

Bonaran mengaku menemui adik Anggoro Widjojo itu untuk meminta tanda tangan berkas terkait agenda pemeriksaan kembali oleh KPK pada Senin (18/1/2010). Ia pun mengaku tak mengetahui di sel mana Anggodo ditahan.

"Saya belum tahu di kamar mana dia. Kalau ke dalam kita hanya sampai di ruang tamu saja. Yang jelas kondisinya baik. Kondisi di dalam sel enggak ada persoalan. Tidurnya nyenyak," jelas Bonaran.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau