Enam Pemimpin Al Qaeda Tewas

Kompas.com - 17/01/2010, 06:40 WIB

SANAA, KOMPAS.com Enam pejabat senior Al Qaeda hari Sabtu (16/1/2010) dipastikan tewas dalam sebuah serangan udara yang dilakukan Pemerintah Yaman sehari sebelumnya. Salah satu korban tewas setelah kendaraannya terkena peluru kendali adalah pemimpin sayap militer Al Qaeda, Qassem al-Rimi.

”Dua mobil yang membawa delapan anggota Al Qaeda yang dicari-cari (Pemerintah Yaman) terkena rudal di daerah antara Saada dan al Jouf,” ungkap seorang perwira senior Yaman kepada Reuters. ”Dua lainnya ada kemungkinan selamat,” ungkap sumber ini pula.

Selain Al-Rimi, ikut tewas dalam serangan itu adalah Ayed al-Shabwani, Ammar al-Waili, Saleh al-Tais, seorang asal Mesir Ibrahim Mohammed Saleh al-Banna, dan seorang yang tak diidentifikasi.

Al-Rimi merupakan salah satu dari 23 narapidana yang meloloskan diri dari penjara Pemerintah Yaman di Sanaa, Februari 2006. Sebuah aksi yang membuat berang Pemerintah Yaman.

Al-Rimi adalah juga salah satu dari daftar 152 orang yang dicari-cari oleh Pemerintah Yaman. Sementara Saleh al-Banna yang asal Mesir, yang dikenal luas sebagai Abu Aymen al-Masri, adalah salah satu ”ideologis” kelompok Al Qaeda Yaman.

Sementara pada hari Sabtu kemarin Kementerian Pertahanan Yaman juga mengungkapkan penangkapan tiga tersangka anggota garis keras lainnya, yaitu Ahmed al-Razehi, Yasser al-Zubai, dan Ahmed al-Heemi. Mereka ditangkap ketika menyamar dengan memakai pakaian militer Yaman serta membawa senjata dan bahan peledak.

Pukulan berat

Tindakan penangkapan pada hari Sabtu itu merupakan pukulan berat bagi kubu Al Qaeda sejak tewasnya pemimpin kunci Al Qaeda di Provinsi Shabwa, Abdullah Mehdar, Selasa lalu.

Menurut Gubernur Provinsi Shabwa Ali Hassan al-Ahmadi, provinsi ini seolah menjadi surga pelarian para pejuang Al Qaeda, entah itu berasal dari Arab Saudi ataupun dari Mesir, setelah mereka meninggalkan Afganistan.

Di antara tokoh-tokoh pelarian yang dicari-cari adalah Ketua Al Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP) Nasser al-Wahaishi dan wakilnya yang asal Arab Saudi, Saeed Ali al-Shehri, serta warga Amerika Serikat asal Yaman yang dikenal sangat militan, ulama Anwar al-Awlaqi.

Pada 6 Januari, Pemerintah Yaman juga telah menangkap pemimpin kunci Al Qaeda Yaman, Mohammed al-Hang, serta dua orang lagi yang diduga berada di balik ancaman penyerangan terhadap kepentingan-kepentingan Barat di Sanna. Kedutaan AS dan Inggris tutup selama beberapa hari akibat ancaman ini.

Washington juga menuduh bahwa Al Qaeda Yaman berada di balik aksi peledakan pesawat yang gagal pada Northwest Airline di Detroit, AS, persis pada hari Natal, 25 Desember 2009, melalui intelektual muda asal Nigeria, Umar Farouk Abdulmutallab.

Yaman, yang selama ini menjadi semacam surga persembunyian kelompok garis keras Al Qaeda, mendapat tekanan keras dari Washington untuk memerangi Al Qaeda di Yaman.

Di tengah spekulasi bakal campur tangan AS, dalam sebuah jumpa pers di Yaman, Kamis lalu, Pemimpin Dewan Ulama Yaman Sheikh Abdulmajeed al-Zendani mengancam akan mengumumkan jihad apabila ada campur tangan militer asing.

Sebuah konferensi internasional tentang Yaman akan diselenggarakan di London pada 27 Januari.(AP/AFP/Reuters/SHA)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau