JAKARTA, KOMPAS.com — Bos Mercedes Dieter Zetsche mengatakan, Ross Brawn punya kuasa untuk menentukan apakah timnya memiliki hierarki pebalap pada ajang Formula 1 (F1) 2010. Pernyataan ini Zetsche ungkapkan untuk menjawab rumor yang menyebutkan bahwa Michael Schumacher akan menjadi pebalap nomor satu tim yang bermarkas di Brackley tersebut.
Untuk musim 2010 ini, tim Mercedes GP mengandalkan dua pebalap Jerman, Nico Rosberg dan Schumi—panggilan Schumacher. Hadirnya mantan tujuh kali juara dunia F1 tersebut, setelah hampir tiga tahun pensiun, menimbulkan spekulasi posisi Rosberg menjadi lebih "rendah" karena Schumi akan menjadi enak "emas".
Memang, bukan rahasia lagi jika Brawn dan Schumi memiliki sejarah panjang dalam kebersamaan mereka di F1 sejak 1991 hingga 2006. Brawn-lah yang paling berperan dalam mengantarkan Schumi menjadi raja adu kecepatan jet darat ini, mulai dari saat mereka sama-sama di Benetton, kemudian di Ferrari.
Tak heran bahwa ketika Brawn dan Schumi setim lagi, muncul spekulasi demikian (Schumi jadi prioritas). Tak ingin terusik dengan pernyataan demikian, Zetsche menjelaskan bahwa keputusan hierarki pebalap di Mercedes sepenuhnya berada di tangan Brawn.
"Untuk masalah ini, kami memiliki seorang manajer tim. Ross Brawn adalah salah satu yang terbaik. Jika tidak, maka tahun lalu dia pasti tak mampu mempersembahkan dua gelar, meskipun timnya merupakan debutan. Dia akan memutuskan, dan itu akan menjadi yang terbaik bagi pebalap dan konstruktor," ungkap Zetsche kepada Gazzetta dello Sport.
Ya, tahun lalu Brawn membuat kejutan karena sukses membawa Brawn GP menyapu bersih gelar F1 dengan membawa Jenson Button menjadi juara dunia pebalap dan Brawn menjadi juara konstruktor. Setelah itu, Mercedes membeli sebagian besar saham Brawn, dan pada tahun 2010 ini Brawn berubah nama menjadi Mercedes GP.
Zetsche juga menegaskan, mereka tetap optimistis dengan kehebatan Schumi, meskipun pebalap berusia 42 tahun ini sudah istirahat selama tiga tahun.
"Kami yakin, Michael akan melakukan yang terbaik dan dia bisa menang lagi. Mungkin tidak dengan cepat, tetapi mari kita melihat bagaimana pencapaiannya jika diberikan waktu yang cukup. Saya juga terkesan dengan antusiasmenya, karena bagi saya ini menjadi seperti debut baru."
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang