Mercedes: Brawn Berkuasa Tentukan Hierarki Pebalap

Kompas.com - 18/01/2010, 18:19 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Bos Mercedes Dieter Zetsche mengatakan, Ross Brawn punya kuasa untuk menentukan apakah timnya memiliki hierarki pebalap pada ajang Formula 1 (F1) 2010. Pernyataan ini Zetsche ungkapkan untuk menjawab rumor yang menyebutkan bahwa Michael Schumacher akan menjadi pebalap nomor satu tim yang bermarkas di Brackley tersebut.

Untuk musim 2010 ini, tim Mercedes GP mengandalkan dua pebalap Jerman, Nico Rosberg dan Schumi—panggilan Schumacher. Hadirnya mantan tujuh kali juara dunia F1 tersebut, setelah hampir tiga tahun pensiun, menimbulkan spekulasi posisi Rosberg menjadi lebih "rendah" karena Schumi akan menjadi enak "emas".

Memang, bukan rahasia lagi jika Brawn dan Schumi memiliki sejarah panjang dalam kebersamaan mereka di F1 sejak 1991 hingga 2006. Brawn-lah yang paling berperan dalam mengantarkan Schumi menjadi raja adu kecepatan jet darat ini, mulai dari saat mereka sama-sama di Benetton, kemudian di Ferrari.

Tak heran bahwa ketika Brawn dan Schumi setim lagi, muncul spekulasi demikian (Schumi jadi prioritas). Tak ingin terusik dengan pernyataan demikian, Zetsche menjelaskan bahwa keputusan hierarki pebalap di Mercedes sepenuhnya berada di tangan Brawn.

"Untuk masalah ini, kami memiliki seorang manajer tim. Ross Brawn adalah salah satu yang terbaik. Jika tidak, maka tahun lalu dia pasti tak mampu mempersembahkan dua gelar, meskipun timnya merupakan debutan. Dia akan memutuskan, dan itu akan menjadi yang terbaik bagi pebalap dan konstruktor," ungkap Zetsche kepada Gazzetta dello Sport.

Ya, tahun lalu Brawn membuat kejutan karena sukses membawa Brawn GP menyapu bersih gelar F1 dengan membawa Jenson Button menjadi juara dunia pebalap dan Brawn menjadi juara konstruktor. Setelah itu, Mercedes membeli sebagian besar saham Brawn, dan pada tahun 2010 ini Brawn berubah nama menjadi Mercedes GP.

Zetsche juga menegaskan, mereka tetap optimistis dengan kehebatan Schumi, meskipun pebalap berusia 42 tahun ini sudah istirahat selama tiga tahun.

"Kami yakin, Michael akan melakukan yang terbaik dan dia bisa menang lagi. Mungkin tidak dengan cepat, tetapi mari kita melihat bagaimana pencapaiannya jika diberikan waktu yang cukup. Saya juga terkesan dengan antusiasmenya, karena bagi saya ini menjadi seperti debut baru."

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau