Besok, Giliran Susno Duadji Diperiksa Pansus Century

Kompas.com - 19/01/2010, 10:06 WIB

 

 

JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Kepala Bareskrim Polri Komjen Susno Duadji akan diperiksa Pansus Angket Kasus Bank Century pada Rabu (20/1/2010) di Gedung DPR, Jakarta. Susno dijadwalkan memberikan keterangan pada pukul 10.00. Apa urgensi pemeriksaan terhadap Susno?

 

Wakil Ketua Pansus Angket Kasus Bank Century Mahfudz Siddiq mengatakan, pemeriksaan Susno terkait dengan usulan anggota Pansus. Susno akan digali seputar penangkapan mantan bos Bank Century, Robert Tantular. "Pemeriksaan Pak Susno seputar pelaksanaan instruksi menangkap Robert Tantular," kata Mahfudz di Gedung DPR, Jakarta, Selasa pagi.

 

Diakui Mahfudz, pemeriksaan Susno juga dilakukan sebagai tindak lanjut keterangan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Kalla, di hadapan Pansus pada pemeriksaan pekan lalu, mengungkapkan, setelah memerintah Polri untuk menangkap Robert, eksekusi langsung dilakukan oleh Kabareskrim yang saat itu dijabat Susno Duadji.

 

"Saya pikir, Pak Susno perlu juga didengar keterangannya karena dia yang eksekusi langsung," kata Kalla saat didengar keterangannya.

 

Selain itu, Pansus juga akan menggali data yang dimiliki Polri tentang tindak pidana kejahatan perbankan yang dilakukan Robert Tantular. "Tetapi, info dari Pak Susno sifatnya hanya informasi tambahan karena beliau bukan saksi kunci," ujar Mahfudz.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau