ABUJA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Goodluck Jonathan memerintahkan pasukan militer segera menguasai kota Jos. Ini setelah bentrok antarkelompok Muslim dan Kristen telah memakan korban tewas hingga hampir 200 orang.
Penasihat Keamanan Nasional, Sarki Mukthar mengatakan kepada wartawan, militer telah bergerak bersama polisi untuk mengamankan kota Jos agar situasi kembali normal.
Dia juga mengatakan, wapres telah memerintahkan para kepala keamanan untuk segera pindah ke Jos, guna memantau perkembangan situasi di sana. Seperti diwartakan sebelumnya, seorang ulama senior di kota itu mengatakan bentrokan hari Selasa bahwa telah menewaskan hampir 200 orang. Sebagaian warga melapor melihat ada banyak tembakan dan asap mengepul dari wilayah negara bagian Plateau.