SURABAYA,KOMPAS-Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah membagi alokasi mata air Umbulan ke lima kabupaten kota dan Pasuruan Industrial Estate Rembang atau PIER. Karena itu, pemerintah akan mengendalikan ekplorasi agar debit air sumber mata air Umbulan tak menyusut.
Pembagian alokasi air untuk lima daerah, yaitu Kabupaten Pasuruan 420 liter per deti k, Kota Pasuruan 110 liter per detik, PIER 100 liter per detik, Kota Surabaya 1.000 liter per detik, Kabupaten Sidoarjo 1.370 liter per detik, dan Kabupaten Gresik 1.000 liter per detik. Total alokasi air yang dibagikan sebanyak 4.000 liter per detik.
Masih ada sedikit air yang tersisa untuk cadangan dan tak boleh diambil. Saat ini debit air Umbulan di bawah 5.000 liter per detik. Padahal dulu di atas 5.000 liter per detik hingga 6.000 liter per detik saat hutan di sekitarnya masih hijau, kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang Jatim Budi Susilo, Rabu (20/1) di Surabaya.
Untuk menjaga kapasitas mata air Umbulan tetap stabil, Gubernur Jawa Timur Soekarwo telah mengirimkan surat ke Bupati Pasuruan, Wali Kota Pasuruan, dan Bupati Probolinggo agar tak menerbitkan izin eksplorasi kepada pihak mana pun. Kawasan di sekitar mata air juga akan ditata agar mata air tak tercemar.(ABK)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang