Sabtu (16/1) di Kampus Universitas Surabaya, dalam
Cerita Piyu mengalir, tak ada beban, mengingat Piyu yang dibesarkan di Surabaya juga punya pertanyaan dan kendala yang sama 10 tahun lalu. Dari Surabaya, 10 tahun lalu, ia punya obsesi yang sama dengan para peserta
Selain membeberkan bagaimana industri musik bekerja, Piyu juga mempresentasikan kepeduliannya terhadap pencarian bakat anak-anak Jawa Timur. Ya, satu tahun lalu, Piyu telah membuat acara pencarian bakat tingkat Surabaya, yang melahirkan band baru, Night To Remember.
Kini, Night To Remember sudah menyelesaikan album perdana yang akan dirilis Februari nanti, di bawah label yang diprakarsai Piyu, E-motion Entertainment. Tahun 2010 Piyu meluaskan target pencarian bakat tingkat Jawa Timur.
Dia sudah menyiapkan segala sistem perekrutan kader-kader baru di bidang musik. Semua infrastruktur yang dibutuhkan seorang calon artis sudah dia bangun.
Ajang pencarian bakat ini menjadi fokus Piyu tahun ini. Selain mencari, menjuri, dan memilih pemenangnya, dia juga berkomitmen mengantarkan band itu sampai ke dapur rekaman. Tak ada kendala untuk kepastian rekaman ini karena Piyu pula yang mengelola label E-motion.
E-motion telah mengantarkan pendatang baru menjadi artis, seperti Drive, Armada, juga Tompi. Piyu pula yang membantu mengubah citra Titi Kamal dari pesinetron, dan pernah menyanyikan lagu dangdut saat bermain film
Tahun 2010 Piyu yang didukung sponsor memulai rekrutmen untuk Startup 2010, program pencarian bakat band se-Jawa Timur.
”Sekarang sudah mulai pendaftaran, kompetisinya dimulai Maret,” kata Piyu seusai
Ia memilih Jawa Timur karena merasa besar dan lahir di Surabaya. ”Otomatis saya pengin membawa Surabaya eksis.”
Sejak 10 tahun terakhir Piyu galau karena tak ada band dari Surabaya atau Jawa Timur yang jadi papan atas tingkat nasional.
”Dulu ada Dewa, Boomerang, kemudian Padi. Tapi setelah Padi, bisa dibilang tak ada penerusnya. Saya merasa gelisah, sedih sendiri,” katanya.
”Akhirnya saya buat acara pencarian bakat ini. Sistemnya jemput bola karena band-band Surabaya mungkin enggak punya modal ke Jakarta, mungkin enggak senekat saya dulu ke Jakarta pertama kali. Atau mungkin mereka enggak punya koneksi,” tambahnya.
Seleksi akan mengambil 10 band, dan dari 10 band itu akan diambil satu band terbaik yang akan dibuatkan rekamannya.
Selain mencipta lagu, menjadi musisi, mencari bakat, dan menjadi produser, Piyu juga merintis sebagai pengusaha, tepatnya dengan membuat perusahaan rekaman bernama E-motion Entertainment.
”Drive merupakan band pertama yang saya coba orbitkan. Ternyata Drive ini awal yang bagus, sekarang ada sekitar 15 artis di bawah E-motion,” katanya.
Piyu tinggal di Jakarta. Namun, karena acara pencarian bakat ini, dalam setahun ia harus keliling Jawa Timur untuk proses seleksi band.
”Sekalian napak tilas dengan apa yang saya lakukan dulu, 10 tahun lalu, saat saya mencari karier. Sekarang saya memberi karier untuk orang lain,” katanya.
Ia juga mengembangkan sayap dengan mencoba menjadi sutradara. Untuk sementara dialah sutradara klip video
Di tingkat internasional, ia juga merintis karier. Piyu berusaha menembus Paris, Perancis. ”Saya membuka distribusi di Perancis. Besok saya akan ke Paris,
Untuk debut album di Paris ini, Piyu mengangkat Tompi di album bertajuk
Setelah Tompi, Piyu berjanji akan mencari artis berbakat lainnya. ”Sederhananya, bagaimana mencari Anggun-Anggun baru,” katanya.
Paris terbuka sekali dengan berbagai jenis musik, tinggal bagaimana kita menggali musik-musik etnis kita. ”Kalau musik pop-rock, di sana banyak. Kalau kita menampilkan musik yang berbeda, pasti akan menarik.”
Nah, buat kalian yang punya talenta, jangan ragu, tunjukkan identitas etnis kamu. Jadi, untuk bisa sukses, tak harus ”menjual” identitas dan idealisme musik kamu dengan membebek arus utama.