JAKARTA, KOMPAS.com - Ekspor termasuk bisnis andalan PT Suzuki Indomobil Motor (SIM). Memasuki masa pemulihan krisis keuangan global tahun tahun lalu, ATPM mobil di Indonesia ini akan meningkatkan kinerja di 2010. Sepanjang Januari ini, pengirim mobil ke berbagai negara diperkirakan akan mencapai 1.200 unit.
Deputy General manager Overseas Sales & Marketing SIM Bebin Djuana kepada Kompas.com, Kamis (21/1/2010) malam menjelaskan, masih banyak rintangan yang harus dihadapi Suzuki dalam memasarkan produk andalannya APV ke pasar ekspor. "Kondisi ekspor berbeda dengan domestik apalagi pasca krisis keuangan global, walaupun keadaan membaik tetap akan ada tahapannya," ujarnya.
Indonesia telah menjadi basis produksi prinsipal Suzuki Motor Co - Jepang dalam memproduksi model APV. Produk ini dipasarkan untuk domestik juga menjadi andalan eskpor menembus 82 negara tujuan di seluruh dunia.
Dari Januari-Desember 2009 kinerja ekspor Suzuki APV menukik 52 persen menjadi 12.000 unit dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 25.000 unit. Krisis keuangan global yang mulai berkecamuk di akhir 2008 menutup akses pasar di sejumlah negara tujuan.
"Tahun ini, target kita tak muluk-muluk. Setidaknya bisa mencapai angka tahun lalu 12.000 unit sepanjang tahun kalau bisa lebih dari itu," lanjut Bebin, yang baru menjabat divisi ekspor kurang dari satu bulan.
Di sisi lain, terkait kursi jabatannya yang baru Bebin mengaku tertantang dengan kondisi perekonomian yang ada saat ini. Sebelumnya, pria berkacamata minus ini menjabat sebagai 4W Brand Manager II Suzuki membawahi produk Baleno dan SX-4.
"Bedanya kalau dulu lebih banyak baca majalah otomotif, sekarang lebih banyak baca berita kondisi global dunia. Termasuk situasi negara-negara tujuan ekspor Suzuki," tukas Bebin.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang