Turki

Polisi Tangkap 120 Anggota Al Qaeda

Kompas.com - 23/01/2010, 03:24 WIB

Ankara, Jumat - Polisi Turki menangkap 120 anggota jaringan kelompok Al Qaeda dalam sebuah operasi antiteror besar-besaran. Kantor berita Turki, Anatolia, Jumat (22/1), melaporkan, penyergapan dilakukan secara serentak di 16 provinsi, termasuk Ankara dan Istanbul.

Operasi digelar sebelum fajar setelah polisi mendapatkan dokumen-dokumen berisi detail tentang aktivitas jaringan kelompok tersebut di Turki. Dalam penyergapan itu, polisi juga menemukan peralatan untuk membuat bom, kartu identitas dan paspor palsu, serta baju penyamaran dalam penyergapan tersebut.

Salah satu orang yang ditangkap diyakini adalah pemimpin Al Qaeda di Turki, Serdar Elbasa, yang diketahui memiliki nama kode Abu Zer. Seorang lain yang ditangkap adalah pemimpin Al Qaeda di Provinsi Gaziantep yang berbatasan dengan Suriah.

Anatolia, mengutip pejabat yang tidak disebutkan namanya, melaporkan, seorang mahasiswa sebuah universitas di kota Van ikut ditangkap karena diduga merekrut mahasiswa dan orang- orang lain lalu mengirim mereka ke Afganistan untuk pelatihan.

Awal pekan ini, aparat keamanan Turki juga menangkap 25 orang yang diduga anggota jaringan kelompok Al Qaeda dalam sebuah operasi.

Pandangan Al Qaeda tidak mendapat banyak dukungan di Turki. Kelompok bersenjata yang terkait dengan Al Qaeda pernah melakukan serangan bom bunuh diri di Istanbul dan menewaskan 58 orang pada tahun 2003.

Tawaran uang

Dari Afganistan dilaporkan, Presiden Hamid Karzai, Jumat, mengungkapkan rencana ambisius untuk membujuk anggota Taliban meletakkan senjata dengan tawaran uang dan pekerjaan. Pengumuman resmi akan dilakukan saat konferensi soal Afganistan di London, Inggris, pada pekan depan.

”Kita tahu bahwa sebagai orang Afganistan, kita harus memiliki perdamaian dengan cara apa pun,” kata Karzai dalam wawancara dengan BBC. Dia berharap rencana itu akan mendapat dukungan komunitas internasional untuk menyediakan dana yang diperlukan.

Anggota Taliban yang didekati, lanjut Karzai, akan dibekali kemampuan untuk bekerja, mendapat pekerjaan, perlindungan, dan membaur kembali dengan komunitas mereka. Pendukung Taliban garis keras, juga anggota Al Qaeda, tidak akan diterima.

Taliban memberi sukarelawan mereka bayaran yang lebih tinggi dibandingkan gaji Pemerintah Afganistan bagi pasukannya.

Karzai juga optimistis dengan masa depan negaranya. Dia memperkirakan, dalam lima tahun Afganistan bisa berada dalam kendali pasukan keamanannya serta bisa memerangi korupsi dan obat-obatan terlarang.

Gerakan Taliban terus meningkatkan serangan mematikan terhadap Pemerintah Afganistan sejak invasi AS menggulingkan Pemerintahan Taliban tahun 2001.

Rencana Karzai itu sesuai dengan usulan Washington yang mencoba mengembalikan ekstremis kelas bawah dan menengah kembali ke kehidupan masyarakat.

Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, menegaskan tidak akan menerima tawaran Karzai. ”Tujuan kami hanyalah kebebasan dan kemerdekaan negara kami.” (ap/afp/reuters/bbc/fro)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau