Ankara, Jumat
Operasi digelar sebelum fajar setelah polisi mendapatkan dokumen-dokumen berisi detail tentang aktivitas jaringan kelompok tersebut di Turki. Dalam penyergapan itu, polisi juga menemukan peralatan untuk membuat bom, kartu identitas dan paspor palsu, serta baju penyamaran dalam penyergapan tersebut.
Salah satu orang yang ditangkap diyakini adalah pemimpin Al Qaeda di Turki, Serdar Elbasa, yang diketahui memiliki nama kode Abu Zer. Seorang lain yang ditangkap adalah pemimpin Al Qaeda di Provinsi Gaziantep yang berbatasan dengan Suriah.
Anatolia, mengutip pejabat yang tidak disebutkan namanya, melaporkan, seorang mahasiswa sebuah universitas di kota Van ikut ditangkap karena diduga merekrut mahasiswa dan orang- orang lain lalu mengirim mereka ke Afganistan untuk pelatihan.
Awal pekan ini, aparat keamanan Turki juga menangkap 25 orang yang diduga anggota jaringan kelompok Al Qaeda dalam sebuah operasi.
Pandangan Al Qaeda tidak mendapat banyak dukungan di Turki. Kelompok bersenjata yang terkait dengan Al Qaeda pernah melakukan serangan bom bunuh diri di Istanbul dan menewaskan 58 orang pada tahun 2003.
Dari Afganistan dilaporkan, Presiden Hamid Karzai, Jumat, mengungkapkan rencana ambisius untuk membujuk anggota Taliban meletakkan senjata dengan tawaran uang dan pekerjaan. Pengumuman resmi akan dilakukan saat konferensi soal Afganistan di London, Inggris, pada pekan depan.
”Kita tahu bahwa sebagai orang Afganistan, kita harus memiliki perdamaian dengan cara apa pun,” kata Karzai dalam wawancara dengan BBC. Dia berharap rencana itu akan mendapat dukungan komunitas internasional untuk menyediakan dana yang diperlukan.
Anggota Taliban yang didekati, lanjut Karzai, akan dibekali kemampuan untuk bekerja, mendapat pekerjaan, perlindungan, dan membaur kembali dengan komunitas mereka. Pendukung Taliban garis keras, juga anggota Al Qaeda, tidak akan diterima.
Taliban memberi sukarelawan mereka bayaran yang lebih tinggi dibandingkan gaji Pemerintah Afganistan bagi pasukannya.
Karzai juga optimistis dengan masa depan negaranya. Dia memperkirakan, dalam lima tahun Afganistan bisa berada dalam kendali pasukan keamanannya serta bisa memerangi korupsi dan obat-obatan terlarang.
Gerakan Taliban terus meningkatkan serangan mematikan terhadap Pemerintah Afganistan sejak invasi AS menggulingkan Pemerintahan Taliban tahun 2001.
Rencana Karzai itu sesuai dengan usulan Washington yang mencoba mengembalikan ekstremis kelas bawah dan menengah kembali ke kehidupan masyarakat.
Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, menegaskan tidak akan menerima tawaran Karzai. ”Tujuan kami hanyalah kebebasan dan kemerdekaan negara kami.” (ap/afp/reuters/bbc/fro)