JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring menganalogikan penilaian kinerja pemerintah dengan proses membangun rumah. Seratus hari pertama baru dalam tahap membangun fondasi. Maka, ia menganggap wajar jika kinerja 100 hari pertama belum terlihat hasilnya.
"Tidak mungkin dalam 100 hari akan tercapai semuanya. Ibarat suatu bangunan, saat ini sedang membangun fondasi. Orang melihat enggak ada yang kerja karena masih bikin fondasi. Nanti kalau sudah ada tiang-tiangnya, dalam waktu 1 tahun baru akan kelihatan," kata mantan Presiden PKS ini, Sabtu (23/1/2010) di Jakarta.
Menurutnya, dibutuhkan waktu 2-3 tahun, barulah hasil kerja sesungguhnya akan terlihat. "Akan terlihat rumahnya, biliknya di mana. Sekarang ini baru kick off bagaimana mencapai target dan membangun kepercayaan masyarakat kepada pemerintah," ujarnya.
Penilaian terhadap kinerja para menteri akan dilakukan sesuai standar penilaian yang sudah ditetapkan. "Yang rapornya masih merah masih ada kesempatan untuk jadi hijau," papar Tifatul.
Sementara itu, secara terpisah, pengamat kebijakan publik Agus Pambagyo mengatakan, dalam 100 hari pertamanya, pemerintah seharusnya mampu menumbuhkan optimisme masyarakat terhadap pemerintah. Menurutnya, yang dibutuhkan masyarakat saat ini adalah fokus pemerintah pada bidang pangan, kelistrikan, dan penyediaan lapangan kerja. "Kalau tiga bidang ini tidak menjanjikan, selesai semuanya," kata Agus.
Presiden juga diharapkan banyak berbicara mengenai kebijakan-kebijakan yang linier dengan kesejahteraan rakyat. Agus memandang, selama ini Presiden terlalu banyak menanggapi persoalan hukum dan politik yang mengemuka.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang