Lagi, Kasus Century Diyakini Tak Sistemik

Kompas.com - 24/01/2010, 15:29 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Polemik seputar apakah kasus ambruknya Bank Century berdampak sistemik atau tidak terus bergulir. Sebagian besar publik ternyata meyakini bahwa kasus Bank Century tidak akan berdampak sistemik.

Setidaknya hal ini terungkap dalam paparan hasil survei Indo Barometer mengenai perkembangan kasus Bank Century. Survei menunjukkan, publik dominan meyakini, sebesar 38,7 persen bahwa kasus Bank Century tidak berdampak sistemik sehingga tidak perlu diselamatkan.

Sementara 24,7 persen berpendapat bahwa kebangkrutan Bank Century berdampak sistemik dan dapat menular pada bank-bank lain sehingga perlu diselamatkan. Sedangkan 36,7 persen di antaranya mengaku tidak tahu.

Dari survei juga diketahui bahwa sebagian besar publik meyakini kebangkrutan pada Bank Century terjadi karena kesalahan dan tindak kriminal yang dilakukan oleh pengelola bank, yakni sebesar 58,3 persen. Angka ini cukup jauh dengan 9,5 persen publik yang menganggap kasus Century merupakan akibat krisis bank yang terjadi di dunia.

"Jadi keyakinan publik bahwa kebangkrutan Bank Century akibat kesalahan dari pemiliknya itu sangat kuat," kata Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari dalam paparannya, Minggu (24/1/2010), di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta.

Dalam paparan lansiran survei Indo Barometer tersebut turut hadir anggota Pansus Hak Angket Century Maruarar Sirait. Politisi PDI-P ini mengatakan, persepsi publik tak dapat terbantahkan dan semakin memperkuat sejumlah temuan dari Pansus selama ini. "Ini merupakan persepsi publik. Bagaiamanapun ya harus di-deliver," kata dia.

Indo Barometer melakukan survei publik bertajuk "Kasus Century di Mata Publik" ini pada 8-18 Januari 2010. Survei dilakukan di 33 provinsi se Indonesia dengan responden sebanyak 1200 orang.

Survei dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan margin of error sebesar kurang lebih 3,0 persen. "Survei ini dibiayai dari Indo Barometer sendiri. Dengan subsidi silang dengan kegiatan lainnya," kata Qodari.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau