BANDUNG, KOMPAS.com - Sejumlah preman dengan seenaknya sendiri mematok harga parkir mobil hingga Rp 5.000 di sejumlah ruas jalan di Kota Bandung. Tak pelak, aksi mereka membuat para pengguna mobil kesal.
Di kawasan Jalan Purnawarman, Kota Bandung misalnya, seorang ibu sempat terlibat cekcok dengan seorang preman yang dengan seenaknya mematok tarif parkir sebesar Rp 5.000 untuk sekali parkir pada Minggu (24/1/2010).
"Ketentuannya dari mana, sekali parkir Rp 5000. Main naikin parkir seenaknya!" ujar si ibu kesal sembari terpaksa menyerahkan uang Rp 5.000 kepada juru parkir liar itu.
Tak mau kalah gertak, si juru parkir malah balik melontarkan kata tak sedap. "Kalau enggak mau parkir di sini, ya parkir di kolong jembatan saja sana," ujarnya.
Setiap memasuki akhir pekan, kawasan pertokoan di Jalan Purnawarman, kerap dipadati para pengguna mobil yang hendak menuju pertokoan dan pusat elektronik terbesar di kota Bandung, Bandung Electronic Center (BEC).
Tingginya jumlah kendaraan yang tak sebanding dengan area parkir terpaksa membuat para pengunjung memarkirkan kendaraannya di pinggir ruas Jalan Purnawarman.
Kondisi inilah yang dimanfaatkan oleh sejumlah preman, yang dengan seenaknya menentukan tarif parkir di luar kewajaran. Kondisi serupa juga terjadi di kawasan wisata Kebun Binatang, Jalan Tamansari.
Harga tarif parkir bisa bervariasi dari mulai Rp 3.000 bahkan Rp 10.000. Saat ditanya alasan penarikan tarif parkir yang tak wajar itu, seorang oknum petugas parkir kepada Kompas.com memberi alasan bahwa pemberlakuan tarif itu hanya berlaku sebatas akhir pekan saja.
"Lahan parkirnya kan terbatas, sementara kendaraan yang mau parkir banyak. Ya, yang kebagian parkir harus paham. Masih untung dapat parkir," jawabnya enteng.
Tak hanya itu saja, pria yang mengaku bernama Deden itu, mengklaim besarnya tarif parkir dikarenakan pihaknya juga harus menyerahkan setoran kepada oknum aparat. "Kalau enggak gitu ya, gimana lagi," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang