Preman Kuasai Lahan Parkir, Tarif Pun Bikin Nyesek

Kompas.com - 25/01/2010, 00:35 WIB

 

BANDUNG, KOMPAS.com - Sejumlah preman dengan seenaknya  sendiri mematok harga parkir mobil hingga Rp 5.000 di sejumlah ruas jalan di Kota Bandung. Tak pelak, aksi mereka membuat para pengguna mobil kesal.

Di kawasan Jalan Purnawarman, Kota Bandung misalnya, seorang ibu sempat terlibat cekcok dengan seorang preman yang dengan seenaknya mematok tarif parkir sebesar Rp 5.000 untuk sekali parkir pada Minggu (24/1/2010).

"Ketentuannya dari mana, sekali parkir Rp 5000. Main naikin parkir seenaknya!" ujar si ibu kesal sembari terpaksa menyerahkan uang Rp 5.000 kepada juru parkir liar itu.

Tak mau kalah gertak, si juru parkir malah balik melontarkan kata tak sedap. "Kalau enggak mau parkir di sini, ya parkir di kolong jembatan saja sana," ujarnya.

Setiap memasuki akhir pekan, kawasan pertokoan di Jalan Purnawarman, kerap dipadati para pengguna mobil yang hendak menuju pertokoan dan pusat elektronik terbesar di kota Bandung, Bandung Electronic Center (BEC).

Tingginya jumlah kendaraan yang tak sebanding dengan area parkir terpaksa membuat para pengunjung memarkirkan kendaraannya di pinggir ruas Jalan Purnawarman.

Kondisi inilah yang dimanfaatkan oleh sejumlah preman, yang dengan seenaknya menentukan tarif parkir di luar kewajaran. Kondisi serupa juga terjadi di kawasan wisata Kebun Binatang, Jalan Tamansari.

Harga tarif parkir bisa bervariasi dari mulai Rp 3.000 bahkan Rp 10.000. Saat ditanya alasan penarikan tarif parkir yang tak wajar itu, seorang oknum petugas parkir kepada Kompas.com memberi alasan bahwa pemberlakuan tarif itu hanya berlaku sebatas akhir pekan saja.

"Lahan parkirnya kan terbatas, sementara kendaraan yang mau parkir banyak. Ya, yang kebagian parkir harus paham. Masih untung dapat parkir," jawabnya enteng.

Tak hanya itu saja, pria yang mengaku bernama Deden itu, mengklaim besarnya tarif parkir dikarenakan pihaknya juga harus menyerahkan setoran kepada oknum aparat. "Kalau enggak gitu ya, gimana lagi," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau