BRUSSELS, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Prancis urusan Eropa, Pierre Lellouche mendesak Uni Eropa dan mitranya mempersiapkan sanksi baru terhadap Iran. Prancis memandang langkah ini diperlukan untuk melawan keteguhan Iran mempertahankan program nuklirnya.
"Kami berharap Eropa akan bekerja sama dalam mempersiapkan sanksi yang diperlukan karena Iran telah menolak semua tawaran solusi," kata Lellouche kepada wartawan di sela pertemuan dengan mitarnya dari Uni Eropa di Brussels, Senin.
"Kami telah melakukan pembicaraan masalah ini selama enam tahun. Namun, semua usulan dari Barat telah ditolak dan sekarang, kita mendengarkan juru bicara Iran mengatakan mereka akan mengupayakan mencapai 20 persen untuk pengayaan uranium di Iran," katanya.
Ia mengatakan, lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB plus Jerman telah bertemu di New York bulan ini, namun mereka gagal mencapai kesepakatan mengenai sanksi baru. Eropa dan Barat khawatir bahwa penolakan Teheran tersebut akan memperkuat dugaan bahwa Iran diam-diam mengembangkan bahan tersebut untuk senjata nuklir di bawah program pengayaan uranium, meski Iran bersikeras bahwa program nuklirnya itu semata-mata diarahkan untuk pembangkit listrik bagi penduduk sipil dan kepentingan damai.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang