China Vonis Mati Empat Warga Uighur

Kompas.com - 26/01/2010, 18:51 WIB

BEIJING, KOMPAS.com - Satu pengadilan di wilayah bergolak Xinjiang, China, menjatuhkan vonis hukuman mati terhadap empat orang lagi atas dakwaan terlibat dalam bentrokan mematikan pada Juli lalu, media setempat melaporkan, Selasa (26/1/2010).

Bentrokan berdarah di Urumqi, ibu kota Xinjiang yang melibatkan antara minoritas Muslim Uighur dan etnis mayoritas Han China tersebut menewaskan sedikitnya 200 orang.

Sebelumnya, pada Desember lalu pengadilan China juga memvonis mati lima orang atas keterlibatan mereka dalam kerusuhan etnis berdarah pada Juli lalu di Urumqi tersebut.

Vonis mati itu menjadikan jumlah total orang yang dihukum mati berjumlah 26 orang akibat terlibat kerusuhan berdarah itu.

Sembilan orang dieksekusi mati pada November tahun lalu, dan delapan lagi dihukum mati awal Desember.

"Sebanyak 22 orang diadili dalam lima kasus dan lima orang di antaranya dijatuhi hukuman mati sedangkan lima yang lain dijatuhi hukuman mati dengan penangguhan dua tahun," kata jurubica pemerintah kota Urumqi.

Hukuman mati dengan penangguhan seringkali berubah menjadi hukuman penjara seumur hidup jika terpidana bersikap baik selama dua tahun itu.

"Delapan yang lain dijatuhi hukuman penjara seumur hidup dan empat yang lain 10 tahun penjara atau lebih," kata jurubicara kota Urumqi, Ma Xinchun.

Juru bicara itu menolak memberikan penjelasan secara lebih rinci seperti nama dan etnis dari terpidana.

Menyusul pecahnya aksi kekerasan pada 5 Juli tahun lalu, sekelompok warga etnis Han turun ke jalanan di Urumqi untuk menuntut balasan.

Kekerasan etnis itu adalah yang terburuk dalam sejarah China dalam beberapa dekade terakhir.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau