JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia Corruption Watch meminta pengadaan pesawat kepresidenan yang mencapai lebih dari Rp 200 miliar dilakukan secara terbuka dan transparan.
Seperti diberitakan, pengadaan pesawat kepresidenan dianggap perlu oleh pemerintah. Pasalnya, selama ini Presiden selalu bepergian dengan menggunakan pesawat sewaan.
Membeli pesawat berarti dapat menghemat anggaran. "Hitung-hitungannya harus transparan. Apakah pembelian pesawat tersebut telah dihitung biaya perawatan, sewa garasi, bayar pilot, dan lainnya," ujar Koordinator ICW Danag Widoyoko, Kamis (28/1/2010) di Jakarta.
ICW juga meminta agar proses tender, mekanisme pembayarannya pun dilakukan secara transparan.
Sebelumnya, Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha mengatakan, proses pengadaan pesawat kepresidenan telah dilakukan berdasarkan prosedur yang berlaku. Dikatakan pula, pemerintah telah memiliki pertimbangan yang mendalam soal pengadaan pesawat jenis Boeing tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang