Pansus (Masih) Perlu Data Aliran Dana Century

Kompas.com - 29/01/2010, 15:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pansus Hak Angket Pengusutan Kasus Bank Century DPR RI masih merasa perlu memperoleh data aliran dana dalam kasus Bank Century dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Dari data terakhir yang diterima, Pansus merasa belum cukup untuk menunjukkan muara aliran dananya.

Rapat konsultasi dengan pimpinan DPR RI, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Bank Indonesia, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Mahkamah Agung (MA), Jumat (29/1/2010), diharapkan dapat membuka jalan untuk memperoleh data terbaru yang lebih dalam.

"Pansus merasa perlu mengidentiifkasi ada atau tidak pihak lain yang diduga menerima pembayaran dari Bank Century secara tidak sah," tutur Wakil Ketua DPR RI Priyo Budi Santoso yang memimpin jalannya rapat.

Awalnya, Pansus berharap bisa berdiskusi soal landasan hukum yang memungkinkan Pansus untuk memperoleh data yang tergolong rahasia dari BPK dan PPATK.

Sayangnya, MA tidak dapat hadir. Selain itu, lanjut Priyo, Pansus masih merasa membutuhkan sejumlah data untuk mengidentifikasi ada atau tidaknya indikasi kerugian negara dalam kasus Bank Century.

Kendala ini diharapkan dapat berakhir melalui pertemuan ini sehingga memperlancar kerja Pansus untuk menyusun kesimpulan akhir.

Empat hal yang akan diminta kejelasannya oleh Pansus adalah kejelasan dasar hukum kewenangan BPK untuk mengeluarkan dokumen pada entitas yang diperiksa dalam hubungannya dengan kerahasiaan, dasar hukum penyerahan dokumen dari pihak yang diperiksa berkaitan pengelolaan keuangan negara yang terkait kerahasiaan itu, dasar hukum hasil pemeriksaan yang dikategorikan rahasia serta kewenangan DPR RI untuk mendapat dokumen-dokumen dari PPATK mengenai aliran dana berikut analisisnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau