Grand slam australia terbuka

Kalahkan Henin, Serena Pertahankan Gelar

Kompas.com - 30/01/2010, 17:45 WIB

MELBOURNE, Kompas.com - Serena Williams sukses mempertahankan gelar Australia Terbuka setelah mengalahkan musuh bebuyutannya, Justine Henin. Pada partai final impian grand slam awal tahun ini, Sabtu (30/1/10) di Rod Laver Arena, Serena menang 6-4, 3-6, 6-2.

Ini menjadi gelar kelima Serena di Australia Terbuka (setelah tahun 2003, 2005, 2007, 2009), sekaligus koleksi trofi ke-12 grand slam. Sedangkan bagi Henin, kegagalan ini menundanya untuk membuat comeback yang gemilang, setelah pensiun 18 bulan silam. Henin yang total meraih 7 gelar grand slam inipun gagal meraih trofi kedua di Australia Terbuka ini, setelah tahun 2004.

Duel antara dua pemain yang merajai tenis putri dunia sejak awal 2000-an ini berlangsung ketat sejak awal. Pada game pertama, Henin sempat membuat Serena yang memegang servis kesulitan untuk meraih poin, setelah berjuang selama delapan menit. Setelah itu, kedua pemain sama-sama mengamankan poin saat memegang servis.

Namun di game keempat, Serena melakukan break. Forehand yang melebar dari Henin memberikan keuntungan kepada unggulan pertama ini, yang mengakhirnya dengan love game dan unggul 3-1. Selanjutnya, Henin memiliki kesempatan break back, ketika sudah memimpin 40-30. Sayang, dead net-nya yang masuk dinyatakan keluar oleh line judge, sehingga harus diulang. Serena bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk memaksa deuce dan dimenangkannya untuk memimpin 4-1.

Di game ketujuh, gantian Henin yang melakukan break untuk membuat skor 4-3. Agresivitasnya membuat Serena cukup keteteran sehingga lebih banyak bertahan. Mantan pemain nomor satu dunia ini mengakhirinya dengan forehand winners ke sisi kanan Serena, yang tidak mampu menjangkau bola.

Game kedelapan Henin mengakhirinya dengan love game, tetapi langsung dibalas dengan skor serupa oleh Serena. Pada game ke-10, Henin membuat kesalahan fatal karena dua kali membuat double faults, yang memberikan angka "gratis" kepada lawan, sehingga Serena berhasil melakukan break, sekaligus memenangkan set pertama dengan 6-4.

Pada set kedua, permainan Henin tak berubah. Petenis berusia 27 tahun ini terus mengambil inisiatif menyerang, dan dia memperoleh hasilnya pada game ketiga ketika melakukan break yang diraihnya dengan love game, untuk unggul 2-1. Henin berhasil memburu drop volley Serena, dan mengembalikan bola secara silang ke sisi kiri Serena yang siap mencegatnya.

Serena pun langsung meresponsnya, dengan melakukan break back untuk menyamakan kedudukan. Di game ketujuh, Henin kembali membuat break untuk memimpin 4-3. Chip and charge yang diperagakan membuat Serena tak berkutik, karena bola pengembaliannya langsung dicegat di depan net. Henin pun mempertebal keunggulan ketika meraih poin saat memegang servis, untuk membuat skor menjadi 5-3.

Pada game kesembilan, Henin tak terbendung lagi. Permainan cepat yang dikembangkannya membuat Serena tak berdaya. Meskipun sudah mencurahkan segala kemampuan untuk mengejar bola, Serena tak mampu mengimbangi kecepatan Henin, yang melakukan break dengan love game sekaligus memenangkannya dengan skor 6-3 untuk memaksa rubber set.

Di awal set ketiga, Henin terlihat sangat "ganas" karena melepaskan pukulan-pukulan keras yang tak mampu dijangkau Serena. Tetapi, mental bertanding petenis Amerika Serikat ini membuat dia tetap tenang sehingga mampu mengatasi situasi. Bahkan pada game ketiga, Serena membuat break setelah bola cegatan Henin di depan net, gagal menyeberang dan jatuh di area permainan sendiri. Serena pun unggul 2-1.

Namun Henin langsung membalas, setelah memanfaatkan tiga break points yang diperolehnya akibat unforced errors Serena. Skor pun menjadi 2-2. Ternyata, inilah poin terakhir Henin di set terakhir ini karena pada empat game selanjutnya, Serena yang bermain lebih sabar berhasil menyapu bersih.

Dimulai dari game kelima, lagi-lagi Henin kehilangan poin saat memegang servis. Backhand yang terlalu panjang, memastikan Serena melakukan break dan kembali mendapat momentum untuk memenangkan duel seru ini.

Kemenangan pun tersaji di depan mata ketika pada game ketujuh, Serena kembali melakukan break. Drop volley yang gagal diikuti backhand yang terlalu panjang, membuat Serena memenangkan game ini untuk mengubah skor menjadi 5-2. Serena pun tak menyia-nyiakan keuntungan serving for the match. Dia menutupnya dengan back hand menyilang ke sektor kiri permainan Henin, untuk mengakhiri pertandingan dengan kemenangan 6-2 dan memastikan diri menjadi juara Australia Terbuka.

Ini menjadi kesuksesan kedua Serena dalam kurun waktu 24 jam, karena kemarin dia juga sukses mempertahankan gelar di nomor ganda putri. Berpasangan dengan kakaknya, Venus, mereka menang straight set atas pasangan unggulan pertama Cara Black (Zimbabwe)/Liezel Huber (AS ).

Dengan hasil ini, maka Serena yang sudah 14 kali bertemu Henin terus mempertajam rekor pertemuannya menjadi 8-6. Dan, Serena juga semakin mempertegas keunggulannya atas Henin jika bermain di lapangan keras, karena dari total enam pertemuan, dia hanya kalah satu kali.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau