Li Na: Pria China masih Tidur

Kompas.com - 31/01/2010, 00:55 WIB

MELBOURNE, Kompas.com - China membuat kejutan di Australia Terbuka 2010, karena mereka meloloskan dua wakilnya ke semifinal yaitu Li Na dan Zheng Jie. Sayang, dua pemain ini gagal melangkah ke partai puncak, setelah menyerah dari Justine Henin dan Serena Williams, yang akhirnya menjadi juara.

Ini bukan pertama kali petenis putri China membuat kejutan, karena pada beberapa grand slam lainnya mereka juga pernah melakukan hal serupa. Tetapi, petenis putra China seperti "terkubur" karena tak pernah menunjukkan prestasi gemilang. Tak heran jika muncul pertanyaan tentang hal ini.

Li Na punya jawaban, seperti wawancaranya yang diolah dari WTAwomensTennis.com, usai dirinya menyerah dari Serena Williams di semifinal.

Tanya (T): Ini menjadi hari besar untuk rakyat China, juga bagi dua petenis cantik ini. Tapi, ke mana para lelaki? Ke mana para petenis putra China?  

Li Na (L): Mereka ada di China (tersenyum).

T: Ini pertanyaan serius, apa yang dilakukan para lelaki di China?

L: Mereka masih tidur. Mereka belum dibangunkan. Saya juga menunggu mereka bangun dari tidurnya (tersenyum).

T: Apa benar di China lebih banyak petenis putri ketimbang petenis putra?

L: Tidak juga, kami punya banyak petenis putra.

T: Tapi tak ada yang bisa menembus peringkat dunia seperti yang anda lakukan.

L: Seperti yang kukatakan, mereka masih tertidur. Suatu saat mereka pasti bangun, dan mengejutkan dunia.

T: Apa target anda tahun ini?

L: Masuk sepuluh besar WTA. Tapi, karena target ini sudah tercapai maka saya revisi jadi masuk lima besar. Kalaupun nanti target itu juga tercapai, saya revisi lagi jadi nomor satu dunia (tertawa).

T: Apakah anda mendapat ucapan selamat dari pejabat di China atas suksesmu di Australia Open?

L: Ya, banyak sekali yang memberikan ucapan selamat. Kebanyakan dari teman-temanku sih.

T: Apakah ada pejabat seperti perdana menteri yang memberi ucapan selamat?

L: Suamiku di sini, dan ia memberi pelukan hangat. Itu jauh lebih penting ketimbang ucapan selamat dari seorang pejabat (tertawa). (DEN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau