MELBOURNE, Kompas.com - China membuat kejutan di Australia Terbuka 2010, karena mereka meloloskan dua wakilnya ke semifinal yaitu Li Na dan Zheng Jie. Sayang, dua pemain ini gagal melangkah ke partai puncak, setelah menyerah dari Justine Henin dan Serena Williams, yang akhirnya menjadi juara.
Ini bukan pertama kali petenis putri China membuat kejutan, karena pada beberapa grand slam lainnya mereka juga pernah melakukan hal serupa. Tetapi, petenis putra China seperti "terkubur" karena tak pernah menunjukkan prestasi gemilang. Tak heran jika muncul pertanyaan tentang hal ini.
Li Na punya jawaban, seperti wawancaranya yang diolah dari WTAwomensTennis.com, usai dirinya menyerah dari Serena Williams di semifinal.
Tanya (T): Ini menjadi hari besar untuk rakyat China, juga bagi dua petenis cantik ini. Tapi, ke mana para lelaki? Ke mana para petenis putra China?
Li Na (L): Mereka ada di China (tersenyum).
T: Ini pertanyaan serius, apa yang dilakukan para lelaki di China?
L: Mereka masih tidur. Mereka belum dibangunkan. Saya juga menunggu mereka bangun dari tidurnya (tersenyum).
T: Apa benar di China lebih banyak petenis putri ketimbang petenis putra?
L: Tidak juga, kami punya banyak petenis putra.
T: Tapi tak ada yang bisa menembus peringkat dunia seperti yang anda lakukan.
L: Seperti yang kukatakan, mereka masih tertidur. Suatu saat mereka pasti bangun, dan mengejutkan dunia.
T: Apa target anda tahun ini?
L: Masuk sepuluh besar WTA. Tapi, karena target ini sudah tercapai maka saya revisi jadi masuk lima besar. Kalaupun nanti target itu juga tercapai, saya revisi lagi jadi nomor satu dunia (tertawa).
T: Apakah anda mendapat ucapan selamat dari pejabat di China atas suksesmu di Australia Open?
L: Ya, banyak sekali yang memberikan ucapan selamat. Kebanyakan dari teman-temanku sih.
T: Apakah ada pejabat seperti perdana menteri yang memberi ucapan selamat?
L: Suamiku di sini, dan ia memberi pelukan hangat. Itu jauh lebih penting ketimbang ucapan selamat dari seorang pejabat (tertawa). (DEN)