TOKYO, KOMPAS.com - Tokyo telah mengajukan komplain resmi setelah pasukan penjaga perbatasan Rusia menembak dua kapal nelayan Jepang, di lepas pantai kepulauan Kuril Selatan yang disengketakan, kata kementerian luar negeri Jepang.
Pasukan penjaga perbatasan itu memberikan tembakan peringatan dari helikopter, lalu menembak langsung kapal tersebut, Jumat, ketika para nelayan itu tak berhasil dihentikan setelah tersasar ke perairan lepas pantai pulau Kunashir, kata pernyataan Rusia.
Kunashir, yang dikenal sebagai Kunashiri di Jepang, adalah gugusan pulau paling selatan, yang dikuasai Rusia namun diklaim Jepang.
"Kapal pukat harimau Jepang itu kembali ke pelabuhan mereka di Rausu, dan beberapa lobang tembakan peluru ditemukan di lambungnya," kata kementerian luar negeri Jepang dalam siaran persnya.
Tindakan Rusia itu bisa berakibat hilangnya nyawa orang dan merupakan tindakan yang sangat tidak pantas. Kementerian luar negeri mengatakan, kapal-kapal Jepang beroperasi di perairan tersebut sesuai dengan peraturan penangkapan ikan kedua negara.
Jepang dan Rusia belum menandatangani perjanjian perdamaian Perang Dunia II, karena mereka berdua terlibat klaim atas empat kepulauan di lepas pantai Jepang utara, yang dikuasai pasukan Sovyet pada 1945, dan mengusir penduduk Jepang di pulau tersebut.
Sengketa wilayah itu dikenal sebagai Kuril Selatan oleh Rusia dan Wilayah Utara oleh Jepang. Pada 2006, seorang nelayan Jepang dengan kapal penangkap kepiting tewas oleh terjangan tembakan peluru peringatan penjaga perbatasan Rusia, saat dia tersesat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang